Kosovo Bentuk Tentara Reguler, Serbia Berang

Kosovo Bentuk Tentara Reguler - ko.wikipedia.orgKosovo Bentuk Tentara Reguler - ko.wikipedia.org

KOSOVO – Kamis (18/10) kemarin, Kosovo mengambil langkah pertama untuk menciptakan pasukan mereka sendiri, sepuluh tahun setelah menyatakan kemerdekaannya dari Serbia. Namun, langkah ini mendapatkan perlawanan sengit dari minoritas etnis Serbia dan Serbia sendiri, yang menyebut upaya tersebut sebagai ‘ancaman terhadap perdamaian’.

Seperti diberitakan TRT World, parlemen di Pristina mengeluarkan tiga aturan yang meletakkan dasar untuk mengubah Kosovo Security Force (KSF), pasukan darurat yang dilatih untuk menanggapi bencana, menjadi tentara reguler. Langkah itu bertujuan untuk menghindari perlunya perubahan konstitusional untuk membentuk kekuatan bersenjata secara .

Sekitar 100 parlemen pada hari Kamis mendukung aturan yang diusulkan oleh pemerintah dan merujuk mereka untuk diskusi selanjutnya sebelum putusan terakhir, yang diharapkan bulan depan. Menurut usulan pemerintah, KSF akan berubah menjadi 5.000 tentara yang kuat dengan 3.000 pasukan cadangan. Langkah-langkah itu ditentang oleh parlemen Serbia, yang lantas keluar dari sesi sebagai bentuk protes.

Karena secara sepihak mendeklarasikan kemerdekaan dari Serbia pada tahun 2008 lalu, Kosovo telah berusaha untuk membentuk pasukan mereka sendiri. Tetapi, upaya-upaya itu telah dipenuhi oleh oposisi sengit dari Serbia, yang memiliki pengaruh penting terhadap minoritas Serbia Kosovo dan banyak anggota di parlemen.

Di Beograd, Pertahanan Serbia, Aleksandar Vulin, mengatakan bahwa pembentukan tentara Kosovo akan menjadi ‘ancaman bagi perdamaian’ yang ditujukan untuk ‘mengancam Serbia’. Sementara itu, direktur pemerintah Serbia untuk Kosovo dan Metohija, Marko Djuric, menuturkan bahwa apa yang disebut tentara negara independen Kosovo dapat memiliki konsekuensi yang tak terduga untuk keamanan di itu.

NATO sendiri telah menegaskan bahwa mereka lebih suka KSF diubah menjadi tentara reguler melalui perubahan konstitusional. Namun, tidak jelas apakah Pristina telah menerima dukungan dari Amerika Serikat atau Uni Eropa, yang keduanya sejauh ini telah mendesak masuknya semua komunitas, dan perubahan konstitusional yang relevan, dalam pembentukan tentara Kosovo.

Sejak berakhirnya perang 1998-1999 antara pasukan bersenjata Serbia dan gerilyawan etnis Albania pro-kemerdekaan, pasukan pimpinan NATO (atau KFOR) telah ditugaskan untuk keamanan di Kosovo. Lebih dari 4.000 pasukan KFOR saat ini dikerahkan di seluruh wilayah yang memisahkan diri dan telah diakui oleh lebih dari 110 negara, meski tidak oleh Serbia yang masih menganggapnya sebagai selatan.

Loading...