Koreksi Teknikal, Rupiah Berbalik Melemah 20 Poin

Rupiah - www.harnas.coRupiah - www.harnas.co

JAKARTA – Rupiah ternyata harus berbalik terdepresiasi ketika membuka Selasa (27/11) ini. Seperti dituturkan Index, Garuda mengawali transaksi dengan melemah 20 poin atau 0,14% ke level Rp14.495 per AS. Sebelumnya, spot berakhir menguat 69 poin atau 0,47% di posisi Rp14.475 per AS pada tutup dagang Senin (26/11) kemarin.

“Penguatan yang dialami rupiah pada transaksi kemarin karena indeks yang mengalami koreksi akibat pesimisme mengenai kenaikan The Fed,” ujar ekonom Bahana Securitas, Satria Sambijantoro, dilansir Kontan. “ mulai memperkirakan kenaikan suku bunga acuan AS tidak akan mencapai tiga kali pada tahun depan, dan ini menjadi sentimen bearish bagi dollar AS dan menguatkan mata uang regional.”

Sementara itu, menurut analis Asia Trade Point Futures, Deddy Yusuf Siregar, setelah kemarin sempat tertekan pada awal dagang, mata uang Garuda langsung tancap di sesi siang ketika harga minyak mentah dunia mengalami pelemahan ke level terendah selama satu tahun terakhir. Kondisi tersebut direspons positif oleh pelaku pasar mengingat minyak menjadi komponen terbesar yang menyeret defisit transaksi berjalan domestik melebar.

Meski demikian, rupiah bisa kembali mengalami koreksi. Pasalnya, pada awal Desember, AS berencana menerapkan kembali tarif impor atas barang dari China senilai 257 miliar dolar AS jika pertemuan Presiden Donald Trump dengan Presiden Xi Jinping tidak mencapai kesepakatan yang pasti. “Rupiah juga berpotensi mengalami koreksi teknikal karena sudah menembus level psikologi baru,” sambung Satria.

Saat ini, fokus seluruh mata tertuju pada pertemuan G20 yang dilangsungkan minggu ini di Argentina, yang akan dihadiri Putra Mahkota , Mohammed bin Salman, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Acara tersebut akan diikuti oleh pertemuan OPEC pada minggu depan di Wina, yang diharapkan dapat mencari solusi mengatasi situasi kelebihan pasokan minyak.

Loading...