Perdagangan Senin Pagi, Koreksi Rupiah Berlanjut

Rupiah melemahRupiah melemah pada perdagangan Senin (24/2) pagi - kompas.com

JAKARTA – Koreksi berlanjut pada Senin (24/2) pagi. Menurut laporan Index, Garuda terpantau melemah 30 poin atau 0,22% ke level Rp13.790 per AS pada pukul 08.12 WIB. Sebelumnya, spot sudah ditutup terdepresiasi 10 poin atau 0,07% di posisi Rp13.760 per AS pada akhir pekan (21/2) kemarin.

“Pelemahan rupiah pada akhir pekan lalu adalah buntut dari pemangkasan suku bunga dari 5% menjadi 4,75% yang dilakukan ,” tutur analis HFX Berjangka, Ady Pangestu, dilansir Kontan. “Dampak yang mengancam kegiatan ekonomi di Indonesia dan seluruh dunia menjadi alasan pemangkasan itu terjadi.”

Hampir senada, ekonom BCA, David Sumual, mengatakan bahwa penyebaran yang semakin meluas masih menjadi sentimen utama pergerakan rupiah untuk saat ini. Seperti diketahui, jumlah korban terinfeksi di Korea Selatan meningkat tajam, menjadi 556 kasus hingga Minggu (23/2) kemarin. “Melonjaknya jumlah korban di Korea Selatan membuat pelaku kembali khawatir,” ujar David.

Pendapat yang sama juga dikatakan Direktur Utama TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim. Menurutnya, pelemahan rupiah pada hari Senin ini masih akan dibayangi oleh sejumlah sentimen dari luar negeri, salah satunya perkembangan penyebaran virus corona yang masih membuat investor galau. Selain itu, data Purchasing Managers Index (PMI) Jepang bulan Februari yang stagnan di angka 47,6. Data PMI ini menunjukkan risiko resesi teknikal di Jepang semakin tinggi.

Dari dalam negeri, dampak virus corona juga pasti dirasakan oleh Indonesia. Berdasarkan kajian Bank Indonesia, potensi kehilangan devisa dari pariwisata mencapai 1,3 miliar . Di bidang sisi logistik, dampak di sisi ekspor adalah 0,7 miliar dan impor 0,7 miliar . Kemudian, ada dampak penundaan investasi, khususnya dari China, yang diperkirakan senilai 0,4 miliar .

Untuk perdagangan hari Senin ini, David memprediksi mata uang domestik masih akan mengalami koreksi dan bergerak di kisaran Rp13.689 hingga Rp13.810 per dolar AS. Sementara itu, Ady memperkirakan rupiah bergulir di rentang Rp13.650 hingga Rp13.700 per dolar AS, dengan kecenderungan melemah.

Loading...