Koreksi Jumat Panik, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat 70 Poin

berhasil mengoreksi kepanikan pada Jumat (19/2) lalu. Menurut data Index, hari ini (22/2) mata uang Garuda ditutup terapresiasi ke level Rp13.439 per AS. Rupiah 70 poin atau 0,52 persen dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp13.509 per AS.

Pada perdagangan pagi, rupiah dibuka menguat 30 poin atau 0,22 persen ke Rp13.479 per dolar AS. Kemudian siang hari pukul 13.57 WIB, rupiah terus bergerak ke level positif di level Rp13.448 per dolar AS seiring menguatnya sejumlah mata uang , seperti dolar Singapura (+ 0,21 persen) dan baht Thailand (+ 0,07 persen). Hanya peso Filipina yang mengalami koreksi sebesar 0,09 persen.

Menguatnya rupiah pada awal pekan ini sekaligus menghentikan aksi panik para investor pada Jumat lalu. “Jumat lalu, sentimen positif yang dihasilkan dari pemangkasan ternyata tertutupi oleh aksi panik investor,” jelas Ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta.

“Rupiah berpeluang tetap stabil dengan dorongan penguatan dari sentimen domestik,” sambungnya. “Paling tidak, untuk mengoreksi kepanikan yang terjadi pada perdagangan Jumat.”

Terapresiasinya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga diikuti indeks gabungan (IHSG). Pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG berhasil rebound 0,24 persen atau 11,06 poin ke level 4.708,62 sekaligus menghalau sentimen net interest margin (NIM). Sebelumnya, IHSG masih tertahan di zona merah di akhir sesi pertama, 0,09 persen atau 4,1 poin ke level 4.693,46.

“Berita pembatasan margin pada perbankan sedikit banyak memengaruhi investor dalam menentukan arah investasi,” papar Kepala Riset Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya. “Tentunya ini menjadi penekan pergerakan IHSG. Pasalnya, perbankan adalah salah satu sektor yang memberikan pengaruh terhadap gerak IHSG.”

Loading...