Konsumsi Domestik Menurun, Laba Bersih Grup Astra Anjlok 25 Persen

Rendahnya komoditas dan menurunnya konsumsi telah memukul kinerja Grup . Tahun lalu, PT memperoleh laba bersih Rp14,5 triliun, anjlok 25 persen dibanding tahun 2014 di angka Rp19,2 triliun.

Sektor di bawah Astra Agro Lestari mengalami keterpurukan terparah karena hanya memperoleh laba bersih Rp619 miliar, atau merosot 75 persen dibanding tahun sebelumnya. Penurunan harga dan lemahnya angka menjadi faktor penyebab anjloknya keuntungan Astra Agro Lestari.

Untuk melunasi utang yang ada, Astra Agro Lestari juga mengumumkan akan menjual 450 juta baru senilai Rp4 triliun. Hal ini menyebabkan perusahaan turun 9,35 persen menjadi Rp15.025 pada Kamis (25/2).

Di sisi lain, laba bersih dari grup bisnis otomotif juga turun 12 persen dari Rp8,5 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp7,5 triliun. Rendahnya kepercayaan konsumen membuat penjualan kendaraan roda empat turun 17 persen menjadi 510 ribu unit, sedangkan penjualan sepeda motor turun 12 persen menjadi 4,5 juta unit.

Laba bersih bisnis mesin alat berat dan pertambangan turun 28 persen, jasa keuangan turun 25 persen, dan infrastruktur serta logistik turun 17 persen. Hanya bisnis teknologi informasi, yang merupakan bisnis terkecil Astra, yang mengalami peningkatan laba 2 persen atau Rp265 miliar.

“Grup Astra mengalami tantangan bisnis sepanjang 2015,” ujar Presiden Direktur Astra Internasional, Prijono Sugiarto, Kamis (25/2). “Meski begitu, perusahaan akan tetap berusaha menghasilkan neraca keuangan yang kuat dan mengambil peluang di setiap perbaikan situasi .”

Loading...