Konsumsi Berlebih, Tuna Sirip Biru Pasifik Terancam Punah

Upaya untuk melindungi tuna sirip biru Pasifik rupanya tidak cukup untuk bersaing dengan tingginya tingkat terhadap spesies langka ini. Karena itu, populasi tuna sirip biru Pasifik diperkirakan akan semakin menurun jika tidak ada keras untuk mengurangi tingkat ikan tersebut, sekaligus membuatnya tidak mampu mendukung usaha perikanan komersial.”

“Usaha memancing tuna sirip biru Pasifik setidaknya berada di atas level 20% dan masih terus berlanjut,” ujar Konservasi Tuna di Pew Charitable Trusts, Amanda Nickson. “Di masa depan, populasi ikan ini pada akhirnya bisa jatuh dan tidak mampu mendukung perikanan secara komersial.”

Nickson berbicara di sela-sela konferensi yang diadakan pada tanggal 23-27 Mei 2016 untuk meninjau Perjanjian Saham Ikan , yang diadopsi oleh Majelis Umum pada tahun 1995. Ditandatangani oleh 83 , kesepakatan itu berkomitmen meningkatkan status ketersediaan ikan, termasuk spesies tuna sirip biru Pasifik.

Namun, meski beberapa negara telah mengalami kemajuan, terutama dalam mengurangi illegal fishing, pelaksanaan komitmen tersebut masih belum sepenuhnya berhasil. Anggota di konferensi mencatat keseluruhan stok spesies ikan langka belum membaik sepenuhnya sejak ulasan sebelumnya di tahun 2006 dan 2010.

Sebuah laporan PBB menunjukkan bahwa tuna sirip biru Pasifik mengalami penurunan sebesar 97%, terutama di perairan . Sementara menurut sebuah laporan terbaru oleh Pew Charitable Trusts, industri tuna global juga sekitar 42,2 miliar dolar AS pada tahun , dengan Indonesia, Jepang, dan menjadi negara terbesar.

Organisasi pengelolaan ikan regional (RFMOs) telah bekerja sama dengan Badan Perikanan Jepang dengan membuat kebijakan pembatasan tangkapan ikan di bawah 30 kg, termasuk tuna sirip biru, 4.007 ton per tahun. Sejumlah pejabat RFMOs dijadwalkan akan bertemu akhir tahun ini untuk membahas langkah-langkah lebih lanjut.

“Kami ingin melihat Jepang benar-benar mengambil peran untuk menentukan rencana pengelolaan ikan agar populasi naik setidaknya 25%,” kata Nickson. “Tuna sirip biru Pasifik adalah spesies tangguh, dan dengan langkah yang tepat, peningkatan populasi yang signifikan dapat dilihat setidaknya dalam waktu lima tahun.”

Loading...