Konsep Bitcoin VS Uang Fiat, Mana yang Lebih Nyata?

Bitcoin - www.telegraph.co.uk

Sebagian besar orang yang tak dapat memahami kripto pada dasarnya menganggap bahwa yang mereka punya dan mereka pegang saat ini bersifat nyata, solid, dan didukung oleh apapun yang tidak lain adalah kepercayaan manusia terhadap institusi yang stabilitasnya juga selalu bersifat tidak pasti.

Meski beberapa pihak ingin menghindari, faktanya dalam beberapa kesempatan mata uang virtual tidak bisa terlepas dari kehidupan sehari-hari. Bahkan krisis moneter yang menyerang -negara seperti Yunani, Venezuela, dan Spanyol telah memicu lonjakan di pasar kripto. Pasalnya banyak orang yang berusaha mengamankan aset milik mereka dengan mengkonversikannya ke dalam . Bagaimanapun kini telah beralih menjadi alternatif safe haven selain logam mulia.

“Bitcoin adalah proyek bermotivasi politik pertama, sebuah baru yang dibangun secara eksplisit untuk menyediakan sarana tukar yang tak bisa terintervensi dan menjadi alternatif lebih baik dari perbankan yang sudah ada,” kata Maria Bustillos, member di situs Medium.

Bustillos mengatakan bahwa selama ini banyak orang menentang bitcoin tanpa menyadari pada dasarnya baik kripto maupun AS juga sama-sama merupakan ilusi. “Anda bekerja keras untuk membuatnya, mengembangkannya, dan menyimpannya. Meski begitu, satu-satunya hal yang nyata tentang uang adalah kekuatan simbolisnya,” ucap Bustillos.

Ada sejumlah perbedaan mendasar antara kripto dan mata uang fiat seperti dolar AS. Transaksi yang dilakukan dalam bitcoin dicatat dalam buku besar yang tidak bergantung pada otoritas bank atau pemerintah, namun atas kekuatan komputer publik. Sedangkan kebalikannya, peredaran mata uang fiat, baik dalam bentuk koin atau kertas di tiap negara diatur oleh pemerintah di tiap negara itu sendiri.

Teori di balik semua kripto, termasuk bitcoin adalah bahwa catatan yang dihasilkan oleh jaringan komputer terdistribusi dapat dilakukan tanpa intervensi apapun, sehingga secara teoritis menjamin tingkat mata uang yang lebih baik daripada yang bisa dilakukan oleh pemerintah.

Meski pada perjalanannya mengalami pasang surut, sistem blockchain yang mendasari bitcoin telah membuktikan sebagian teorinya. Walaupun satu juta atau lebih bitcoin telah dicuri sejak tahun 2009, akan tetapi sistem buku besar yang terdistribusi sejauh ini tetap stabil dan tak bisa rusak. blockchain yang dikembangkan oleh para pengembang inilah yang dapat membuat bitcoin tetap bertahan hingga saat ini. “Tak lama lagi, sistem blockchain yang sekarang digunakan untuk menjamin transaksi bitcoin akan berubah dan berbaur dengan sistem lain, sebab nilainya tidak terhitung,” tutur Bustillos.

Yang lebih menarik lagi, kabarnya juga berencana memanfaatkan teknologi blockchain untuk menciptakan mata uang digital. Teknologi digital ini menurut Asisten Deputi Direktur Eksekutif Departemen Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Susiati Dewi akan diujicoba pada tahun 2018 ini. “Suatu saat mungkin saja uang fisik yang kami edarkan menjadi digital. Sekarang belum. Semua negara di dunia belum ada yang merilis,” ucapnya.

Loading...