Crypto Libra Dinilai Berbahaya, Kongres AS Cecar Bos Facebook

Crypto Libra - www.financialexpress.comCrypto Libra - www.financialexpress.com

WASHINGTON – CEO sekaligus pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, harus menerima nasib dicecar pertanyaan selama berjam-jam oleh Kongres AS terkait rencana untuk merilis mata uang crypto (cryptocurrency) Libra. Pihak kongres sendiri memiliki kekhawatiran bahwa Libra nantinya dapat digunakan untuk kepentingan yang berbahaya, merujuk kontroversi masa lalu yang melibatkan raksasa tersebut.

Dilansir TRT World, kemarahan anggota parlemen AS sempat mengelilingi perilaku Facebook menjelang pada tahun 2016 lalu. Pada tahun-tahun setelah kampanye Donald Trump, ada tuduhan bahwa analitik , Cambridge Analytica, telah mampu mencuri pengguna Facebook, dan menggunakan informasi itu untuk secara menargetkan calon pemilih.

Platform ini juga diyakini telah digunakan oleh asing dan kelompok kepentingan politik untuk menyebarkan berita palsu tentang kandidat pemimpin yang tidak mereka sukai. Sementara, yang lain menuduh Facebook menutup mata terhadap masalah yang terkait dengan jejaring sosialnya dalam mengejar keuntungan, dengan salah satu mantan karyawan Cambridge Analytica menyebut situs itu sebagai ‘ancaman terbesar bagi demokrasi’.

Meski demikian, dalam sebuah debat dengan perwakilan Partai Demokrat, Alexandria Ocasio-Cortez, Zuckerberg mengatakan bahwa perusahaannya akan menghapus konten yang bertujuan untuk menekan jumlah pemilih dan mendorong kekerasan. Namun, ia tidak memberikan janji untuk menghapus kebohongan langsung yang disebarkan oleh para politisi.

Untuk masalah Libra, beberapa kekhawatiran seputar mata uang yang diusulkan adalah kemungkinan eksploitasi oleh kelompok kriminal untuk melakukan transaksi dan rekam jejak Facebook dalam usaha sebelumnya, khususnya penanganan data pengguna. Selain itu, regulator di berbagai negara khawatir Libra bisa membantu pencucian uang dan meningkatkan keuangan global.

Jika jadi diluncurkan, mata uang Facebook ini diklaim memungkinkan pengguna melakukan transaksi secara , melewati bank tradisional, langkah yang berpotensi mengurangi biaya transfer saat mengirim uang antar-rekening. Tidak seperti cryptocurrency lainnya seperti Bitcoin, Libra akan dijalankan secara terpusat, bukannya blockchain, dan juga akan dipatok ke sekeranjang mata uang kertas, seperti AS dan pound Inggris, memastikan bahwa itu akan dilindungi dari fluktuasi nilai.

Sementara anggota parlemen AS baru saja mulai meneliti usaha cryptocurrency secara resmi, di Eropa, anggota parlemen telah memperingatkan risiko ‘bank bayangan’ yang dikendalikan Facebook. Para pejabat Prancis telah menolak gagasan bahwa mata uang itu akan diizinkan beroperasi di Benua Biru dengan alasan bahwa itu akan menimbulkan ancaman bagi ‘kebijakan moneter’.

Beberapa mitra awal Facebook dalam skema ini, seperti Visa, Mastercard, Paypal, dan eBay, juga telah mengundurkan diri sebelum Libra resmi diluncurkan. Zuckerberg sendiri mengatakan kepada anggota parlemen bahwa ia akan menarik dukungan Facebook untuk proyek tersebut jika tidak mendapatkan persetujuan dari regulator di AS.

Loading...