Konflik AS-Korea Utara Mereda, Rupiah Dibuka Menguat Tipis

Rupiah mampu melanjutkan tren pada pembukaan hari ini (15/8) seiring ketegangan geopolitik AS-Korea Utara yang berangsur mereda. Seperti dilaporkan Bloomberg Index, Garuda mengawali transaksi hari ini dengan menguat tipis 1 poin atau 0,01% di level Rp13.348 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.34 WIB, spot kembali naik 3 poin atau 0,02% ke posisi Rp13.346 per dolar AS.

“Rupiah pada perdagangan hari ini berpeluang melanjutkan penguatan, karena ketegangan geopolitik antara AS dengan Korea Utara berangsur mereda,” ujar Research & Analyst , Faisyal. “Di samping itu, data neraca perdagangan Indonesia yang bakal dirilis hari ini diproyeksikan bagus, meski surplus turun, namun dan impor naik.”

Dari sentimen , pasar finansial mulai pulih dari pergolakan yang dialami pekan lalu, ketika daya tarik aset berisiko turun akibat meningkatnya ketegangan antara Korea Utara dan AS. Kepala Staf Gabungan AS, Joseph Dunford, mengatakan kepada Presiden Korea Selatan, Moon Jae-In, bahwa pemerintahan Trump memprioritaskan upaya diplomatik untuk menyelesaikan krisis tersebut.

Sementara itu, dari dalam negeri, neraca perdagangan Indonesia di bulan Juli 2017, yang dijadwalkan dirilis hari ini, diprediksi akan melanjutkan tren surplus berkisar 800 juta dolar AS hingga 1 miliar dolar AS. Surplus neraca dagang tersebut didorong positif dari kinerja ekspor dan impor yang mulai menggeliat setelah libur Lebaran.

“Laju ekspor pada bulan Juli 2017 diperkirakan tumbuh sebesar 3,75% secara year-on-year, dan lebih tinggi dibandingkan kinerja impor yang diramal tumbuh 3,45% year-on-year,” ujar Ekonom PT Permata, Tbk, Josua Pardede. “Laju ekspor di bulan ketujuh ini ditopang tren kenaikan harga kelapa sawit selama Juli, serta meningkatnya volume ekspor, yang sejalan dengan peningkatan aktivitas mitra dagang utama Indonesia, seperti AS dan China.”

Loading...