Kondisi Politik Dalam Negeri Mulai Kondusif, Rupiah Lanjutkan Penguatan di Awal Dagang

Rupiah - www.reuters.comRupiah - www.reuters.com

Jakarta Garuda dibuka menguat sebesar 5 poin atau 0,04 persen ke level Rp 14.115 per di pembukaan pagi hari ini, Kamis (4/7). Kemarin, Rabu (3/7), berakhir terapresiasi 19 poin atau 0,13 poin ke posisi Rp 14.120 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau sedikit menguat. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS dilaporkan naik sebesar 0,06 persen menjadi 96,7852 lantaran para pelaku saat ini tengah mempertimbangkan berbagai data Amerika Serikat yang terbaru.

Dilansir Antara, perusahaan data penggajian (payroll) Automatic Data Processing melaporkan bahwa sektor swasta Amerika Serikat hanya menambah 102.000 pekerjaan baru selama periode Mei sampai Juni 2019. Jumlah tersebut rupanya masih jauh dari estimasi para ekonom terhadap 140.000 pekerjaan baru yang disurvei oleh Econoday.

Kemudian riset swasta Institute for Supply Management (ISM) juga melaporkan jika indeks non manufaktur Amerika Serikat berada di angka 55,1 persen pada Juni 2019, lebih rendah dari perolehan pada Mei 2019 lalu di angka 56,9 persen. Laporan itu juga menunjukkan bahwa walaupun terjadi pertumbuhan yang berkelanjutan pada sektor non manufaktur, akan tetapi tingkat itu juga menandai pembacaan indeks terendah sejak Juli 2017.

Rupiah sendiri berhasil menguat tipis berkat kondisi dalam negeri. Menurut Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan, kondisi dalam negeri yang kondusif telah mendukung pergerakan pasar bergerak positif pula. “Membuka peluang investor lebih percaya terhadap pasar dalam negeri karena ketidakpastian yang sudah mereda,” kata Yudi, seperti dilansir Kontan.

Selain itu, keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga di angka 6 persen juga berhasil menjadi daya tarik untuk pasar. Hasil lelang surat utang negara (SUN) yang positif pada Selasa (2/7) pun menjadi sentimen positif bagi rupiah untuk menguat.

Ekonom Bank BCA David Sumual juga menuturkan, penawaran lelang surat utang negara yang mencapai lebih dari Rp 62 triliun menunjukkan bahwa minat investor terhadap rupiah masih bagus. Pemerintah sendiri hanya menyerap Rp 22 triliun dari jumlah penawaran yang masuk. “Penawarannya besar sekali, tiga kali lipat. Jadi kelihatan minat investor terhadap aset rupiah itu masih bagus,” beber David.

Loading...