Kondisi Global Tidak Menentu, Rupiah Melempem di Akhir Dagang

tidak mampu memanfaatkan pelemahan seiring investor yang cenderung menghindari risiko jelang Pemilihan Presiden AS. Menurut Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda harus menutup sesi dagang Kamis (3/11) ini dengan pelemahan sebesar 18 poin atau 0,14% ke level Rp13.075 per AS.

Rupiah sebenarnya mengawali perdagangan hari ini dengan penguatan sebesar 12 poin atau 0,09% ke posisi Rp13.045 per dolar AS. Namun, penguatan rupiah menipis 1 poin atau 0,01% ke Rp13.056 per dolar AS pada istirahat siang. Jelang tutup dagang atau pukul 15.49 WIB, spot malah berbalik turun 10 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.067 per dolar AS.

Sebelumnya, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, memaparkan rupiah masih berada dalam tekanan seiring dominasi sentimen negatif yang mewarnai . “The Fed sedikit hawkish dengan optimisme dan sinyal yang diberikan bahwa suku bunga bisa naik pada 14 Desember 2016,” kata Rangga.

“Hal tersebut membuat indeks dolar AS dan imbal hasil US Treasury sedikit turun hingga dini hari tadi,” sambungnya. “Namun, penurunan dolar AS juga akibat pertambahan tenaga kerja ADP yang rendah.”

The greenback memang terpantau melemah sejalan dengan persaingan menuju kursi Presiden AS yang makin ketat sehingga membuat para investor menghindar untuk mengambil risiko. Setelah dibuka naik tipis, dolar AS berbalik melemah hingga 0,272 poin atau 0,28% ke level 97,126 pada Kamis siang usai jajak pendapat menunjukkan berkurangnya dominasi Hillary Clinton atas Donald Trump jelang Pemilu AS pekan depan.

Namun, ditambahkan Rangga, yang semakin turun dan menjauh dari level 50 dolar AS per barel menandakan keyakinan atas pembatasan produksi yang meredup. “Ketika sentimen negatif dari pasar Indonesia belum reda, faktor eksternal hadirkan ketidakpastian,” lanjut Rangga.

Senada, Research & Analyst , Faisyal, juga memaparkan bahwa penurunan harga minyak mentah dunia yang cukup signifikan menjadi katalis negatif bagi mata uang Garuda. Kondisi politik dalam negeri juga turut membebani rupiah. “Pasar tentu waspada akan aksi demonstrasi yang dijadwalkan Jumat (4/11) esok yang berimbas pada pelemahan rupiah,” katanya.

Loading...