Komisi Imigrasi Ingin Jerman Lebih Multikultural

imigran - www.dw.com

Dalam sebuah studi terbaru, panel ahli tentang telah menyerukan peningkatan hak dan prospek yang lebih baik bagi imigran ke . Jika komisi pemerintah tentang , pengungsi, dan integrasi mendapat ‘jalannya’, maka imigran dapat turut serta dalam lokal, menikmati perlindungan yang lebih baik dari diskriminasi, dan bahkan mungkin mendapat manfaat dari langkah-langkah afirmatif.

Pada Selasa (14/2) kemarin, Komisaris Aydun Özoguz menyajikan ‘Together in Diversity: A Guiding Concept and Agenda for a Society of Immigration’, sebuah studi yang ditulis oleh 38 ahli. Dalam studi tersebut dikatakan, bahwa tidak seperti , Jerman belum berusaha untuk mengintegrasikan sejumlah besar orang asing. Ini adalah teguran menjelang pemilu untuk faksi seperti Partai AFD.

“Kita harus mengakui bahwa kita hidup dalam kontradiksi yang tidak bisa dengan mudah untuk lolos,” ujar Özoguz dalam sebuah presentasi di Berlin. “Sekadar contoh, satu dari dua orang Jerman mendukung keragaman, sedangkan di saat yang sama ada tiga nasionalisme yang lebih besar dan ingin menolak imigran.”

Laporan itu sendiri menyerukan serangkaian reformasi untuk membuat orang asing lebih mudah jika ingin menetap di Jerman dan memfasilitasi partisipasi mereka di pasar dan budaya politik. Para penulis mendukung pengurangan durasi menetap yang diperlukan untuk memperoleh kewarganegaraan, penurunan tingkat pendapatan untuk orang asing guna memperoleh izin kerja, serta fleksibilitas yang lebih besar dalam pemberian izin orang untuk datang ke Jerman.

Laporan tersebut muncul dalam rangka mendukung kewarganegaraan ganda dan memungkinkan penduduk tetap untuk memilih dalam pemilu lokal. Proposal juga akan memperkuat perlindungan terhadap diskriminasi dengan memungkinkan asosiasi aktivis untuk mengajukan tuntutan hukum atas nama rakyat dan mendorong ‘etnis buta’ dalam untuk pekerjaan dan tempat tinggal.

Diskriminasi positif semacam itu mungkin mutlak diharamkan oleh AFD dan pendukungnya, yang mengklaim bahwa imigrasi menyakiti ekonomi Jerman dan menghancurkan identitas budaya negara itu. Sebaliknya, Özugun dan rekan-rekan penulis berpendapat bahwa, sepanjang sejarah pasca-, Jerman telah menjadi masyarakat imigrasi dan memperoleh manfaat dari asing.

Ekonom dan peneliti pasar tenaga kerja, Herbert Brücker, mengatakan memang penting bagi Jerman untuk menarik imigran guna mengimbangi demografi penuaan dan agar tetap kompetitif di masa depan. “Yang mengkhawatirkan saya adalah persepsi bahwa imigran datang dan mengambil sesuatu dari orang-orang dan itu bisa menjadi bahaya yang ditimbulkan oleh populisme,” katanya.

Loading...