Komentar Pejabat Fed Angkat Dolar, Rupiah Lesu di Awal Dagang

www.jokowinomics.com

Komentar pejabat mampu mengatrol AS sehingga membuat melempem di awal perdagangan Selasa (20/6) ini. Seperti diwartakan Bloomberg Index, mata uang Garuda mengawali sesi dagang hari ini dengan pelemahan sebesar 22 poin atau 0,17% ke level Rp13.304 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.35 WIB, spot kembali 13 poin atau 0,10% ke posisi Rp13.295 per dolar AS.

Indeks dolar AS mampu menguat terhadap mata uang utama lainnya pada Senin (19/6) siang waktu setempat setelah beberapa komentar hawkish dari Presiden Fed wilayah New York, William Dudley. Dudley mengatakan bahwa memang sedikit lebih rendah dari target The Fed, namun akan meningkat seiring dengan kenaikan pertumbuhan upah, yang memungkinkan Sentral AS untuk melanjutkan siklus pengetatan.

“Kami cukup dekat dengan tujuan,” kata Dudley dalam sebuah pidato di ruang Commerce di Plattsburg, New York. “Inflasi memang sedikit lebih rendah dari yang diinginkan, tetapi kami berpikir bahwa jika tenaga kerja terus menguat, maka upah juga bakal meningkat secara bertahap, dan dengan itu, inflasi secara bertahap akan kembali ke level 2%.”

Spekulasi telah beringsut lebih rendah selama beberapa bulan terakhir, menimbulkan pertanyaan tentang rencana umum The Fed untuk menaikkan suku bunga satu kali lagi sebelum akhir tahun, dan kemungkinan tiga kali lagi tahun depan. Sementara, kenaikan suku bunga pada minggu lalu adalah sepertiga dalam enam bulan.

“Saya tidak membaca pergerakan pasar sebagai sinyal negatif bagi AS, namun lebih mencerminkan inflasi luar negeri yang lebih rendah dan biaya pinjaman,” sambung Dudley. “Saya sangat yakin bahwa pertumbuhan upah akan meningkat menjadi sekitar 3% selama satu atau dua tahun ke depan.”

Sementara itu, dari Eropa, negosiasi Brexit rencananya akan dimulai hari ini, setelah Inggris membuka kesempatan formal untuk mengadakan pembicaraan teknis antara pegawai negeri sipil. Sekretaris Brexit Inggris, David Davis, akan memulai pembicaraan dengan juru runding Kepala Uni Eropa, Michael Barnier, di Brussels untuk membahas jalan keluar Inggris dari Uni Eropa.

Loading...