Komentar Mnuchin Bikin Dolar KO, Rupiah Berakhir Menguat 25 Poin

Rupiah mampu bergerak mulus di teritori hijau sepanjang perdagangan Kamis (25/1) ini setelah komentar Steve Mnuchin membuat terperosok ke level terendah dalam tiga tahun. Menurut paparan Index pukul 15.59 WIB, NKRI berhasil menyelesaikan dengan penguatan sebesar 25 poin atau 0,19% ke level Rp13.289 per AS.

Sebelumnya, rupiah sudah ditutup menguat 17 poin atau 0,13% di posisi Rp13.314 per dolar AS pada akhir dagang Rabu (24/1) kemarin. Tren positif mata uang Garuda berlanjut tadi pagi dengan dibuka naik 22 poin atau 0,17% ke level Rp13.292 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis bergerak nyaman di teritori hijau, mulai awal hingga akhir dagang.

Dari , indeks dolar AS terperosok ke level terendah dalam tiga tahun setelah AS, Steve Mnuchin, menyambut baik pelemahan yang dialami mata uang negaranya. Mata uang Paman Sam tersebut terpantau melemah 0,145 poin atau 0,16% ke level 89,061 pada pukul 10.11 WIB, setelah sebelumnya berakhir anjlok 0,918 poin atau 1,02% di posisi 89,206.

Seperti dikabarkan The Hill, tren pelemahan dolar AS belum berhenti setelah Mnuchin mengatakan pada peserta World Economic Forum di Davos bahwa pelemahan yang dialami greenback adalah hal yang baik karena berkaitan dengan perdagangan dan peluang. Sebelumnya, Presiden Donald Trump telah mendukung depresiasi dolar AS sebagai upaya untuk membantu meningkatkan ekspor negara tersebut.

“Minggu lalu, dolar AS telah berada di bawah tekanan karena ekspektasi normalisasi kebijakan moneter oleh European Central Bank (ECB) dan Bank of Japan (BOJ),” ujar ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities di Tokyo, Yukio Ishizuki, seperti dilansir Reuters. “Namun, tren bearish ini telah memasuki fase yang sama sekali baru setelah komentar dari Mnuchin.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.290 per dolar AS, mengalami apresiasi sebesar 31 poin atau 0,23% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.321 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus greenback, dengan lonjakan tertinggi sebesar 1% dialami won Korea Selatan, disusul dolar Taiwan yang naik 0,53%.

Loading...