Kombinasi Naiknya Harga Komoditas dan Melemahnya Dolar Bakal Dongkrak Rupiah

Kombinasi antara kenaikan komoditas dengan pelemahan indeks AS diramal akan mampu membuat bergerak sepanjang perdagangan akhir pekan ini (27/5). Di sisi lain, fokus saat ini beralih ke Mei 2016 yang akan dirilis pekan depan.

Menurut catatan Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka tipis 6 poin atau 0,04% di posisi Rp13.579 per dolar AS. Kemudian, Garuda kembali naik 10 poin atau 0,07% ke level Rp13.575 pada pukul 08.16 WIB.

“Kombinasi antara naiknya harga komoditas serta pelemahan dolar AS di pasar global bisa membawa dorongan penguatan bagi rupiah,” ulas Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Selain itu, ditunggu juga hasil tax amnesty dan peringkat utang S&P, yang membuat fokus pasar mulai tertuju pada angka inflasi Mei 2016 yang akan dirilis Rabu (1/6) mendatang.”

Survei Bank Indonesia memprediksi inflasi tahunan yang jauh lebih rendah di kisaran 3,2% YoY (year-on-year). Inflasi yang rendah nantinya diharapkan bisa menjadi alasan tambahan untuk menurunkan suku bunga acuan di tengah perlambatan produk bruto (PDB) dalam negeri.

Sementara itu, indeks dolar AS melanjutkan pelemahan di tengah naiknya harga komoditas. Fokus pasar global saat ini tengah tertuju pada revisi pertumbuhan PDB AS kuartal I 2016 yang akan diumumkan Jumat malam dan diramal membaik dari 0,5% YoY ke 0,9% YoY.

Sebelumnya, pada perdagangan Kamis (26/5) kemarin, rupiah mampu ditutup menguat 52 poin atau 0,32% ke level Rp13.585 per dolar AS. Penguatan tersebut sejalan dengan pergerakan kurs mata uang yang cenderung perkasa terhadap dolar AS.

Loading...