Klaim Pengangguran Hantam Dolar, Rupiah Perkasa di Akhir Pekan

mampu menutup akhir pekan (8/9) ini di zona hijau dengan sangat nyaman setelah greenback meluncur ke level terendah karena terhantam data klaim pengangguran AS yang meningkat. Menurut catatan Index pukul 15.55 WIB, mata uang NKRI memungkasi transaksi dengan 122 poin atau 0,92% ke level Rp13.185 per AS.

Pada perdagangan Kamis (7/9) kemarin, rupiah mampu ditutup naik 26 poin atau 0,20% ke posisi Rp13.307 per dolar AS. Kemudian, pagi tadi, tren positif mata uang Garuda berlanjut dengan menguat 14 poin atau 0,11% ke level Rp13.293 per dolar AS. Lalu, sepanjang hari ini, spot bergerak di kisaran Rp13.174 hingga Rp13.297 per dolar AS.

Dari , indeks dolar AS terperosok ke level terendah dalam 32 bulan terakhir menyusul terbaru yang menyebutkan klaim pengangguran di Paman Sam meningkat pesat. Pada perdagangan hari ini pukul 09.00 WIB, mata uang tersebut melemah 0,16 poin atau 0,17% ke posisi 91,503, dan kemudian lanjut terdepresiasi ke level 91,22 pada pukul 11.18 WIB.

Laporan terbaru dari Paman Sam mencatat klaim pengangguran mingguan AS bertambah menjadi 298.000 jiwa atau lebih tinggi dari perkiraan pasar yang sebesar 245.000 jiwa. Sebanyak 95,6% dari kenaikan klaim ini berasal dari Texas yang masih dalam tahap pemulihan akibat guncangan badai Harvey sejak akhir Agustus lalu.

Sentimen negatif untuk dolar AS juga datang dari Eropa. Pada Kamis malam, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Mario Draghi, mengungkapkan bahwa musim gugur ini bank sentral kemungkinan akan mengumumkan pengurangan stimulus . Pidato penuh percaya diri dari Draghi tersebut mendapat respons hawkish dari pasar dan membuat mata uang euro melambung 0,87% terhadap greenback.

Sebelumnya, Asia Trade Point Futures dalam laporannya telah menuliskan bahwa bertambahnya klaim pengangguran mingguan di Paman Sam membuat nilai tukar dolar AS bergulir lemah. Selain itu, respons pasar yang cenderung hawkish terhadap pidato Mario Drighi juga mengakibatkan dolar AS terjun ke level terendah dalam 32 bulan terhadap mata uang utama dunia.

Dari dalam negeri, pasar saat ini sedang menantikan rilis cadangan devisa yang diperkirakan positif. Bank menurut jadwal akan mengumumkan laporan cadangan devisa di bulan Agustus 2017 hari ini pada pukul 16.00 WIB. “Cadangan devisa kita bagus, tetapi saya tidak ingat angkanya. Tunggu saja nanti sore,” ujar Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara.

Loading...