Klaim Pengangguran AS Naik, Rupiah Tetap Berakhir Melemah

Rupiah - depositphotos.comRupiah - depositphotos.com

JAKARTA – Rupiah harus puas terdampar di teritori merah pada Jumat (9/4) sore ketika greenback berusaha bergerak naik meskipun terbaru menunjukkan klaim pengangguran AS secara tak terduga naik. Menurut paparan catatan Index pada pukul 14.58 WIB, Garuda ditutup melemah 30 poin atau 0,21% ke level Rp14.565 per .

“Secara umum indeks AS memang masih menguat dalam beberapa hari terakhir terhadap mata uang lainnya. Sebab, akibat pemulihan cepat ekonomi AS,” ujar Direktur PT. TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, dilansir dari Viva. “Beberapa tetap optimistis tentang prospek mata uang AS. Lebih banyak stimulus AS juga bisa terjadi, dengan Presiden Joe Biden meminta perusahaan AS untuk membayar sebagian besar dari tagihan 2 triliun dolar AS untuk rencana infrastrukturnya.”

Sementara itu, dari global, dolar berusaha keluar dari posisi minggu terburuk pada tahun ini, ketika data ekonomi yang tak terduga kuat di Eropa, angka AS yang suram, dan Federal Reserve yang sangat akomodatif telah mendorong investor untuk melepaskan beberapa taruhan pada greenback. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,073 poin atau 0,08% ke level 92,132 pada pukul 11.20 WIB.

Seperti diwartakan Reuters, data yang dirilis Kamis (8/4) waktu setempat menunjukkan klaim pengangguran AS secara tak terduga naik, sekaligus sedikit meredam euforia setelah laporan gaji yang meningkat tajam minggu lalu. Sementara itu, kenaikan harga di tingkat pabrik di Eropa dipercepat seiring dengan pertumbuhan aktivitas yang sangat kuat.

Para pemimpin juga kembali berjanji untuk menjaga kebijakan moneter yang super longgar, bahkan setelah beberapa sinyal positif dari data ekonomi. Gubernur , Jerome Powell, mengatakan kebijakan tidak akan bergeser sampai setidaknya ada serangkaian data selama berbulan-bulan, sedangkan anggota dewan, James Bullard, menegaskan bahwa bahkan tidak boleh membahas perubahan sampai pandemi jelas berakhir.

Fakta tersebut sempat merampas keperkasaan dolar AS. Sebaliknya, suasana optimistis secara luas di pasar ekuitas memberikan beberapa dukungan untuk mata uang dolar Australia dan Selandia Baru, yang sensitif terhadap risiko, menuju ke puncak kisaran baru-baru ini. “Pasar (sedang) memikirkan kembali pandangan luar biasa dolar AS,” kata analis ANZ Bank dalam sebuah catatan.

Loading...