Klaim Pengangguran AS Naik, Rupiah Masih Melemah di Senin Pagi

Rupiah masih belum mampu keluar dari fase negatif pada awal perdagangan Senin (21/5) ini, meski klaim pengangguran AS dilaporkan meningkat - www.jayabaya.ac.id

masih belum mampu keluar dari fase negatif pada awal Senin (21/5) ini, meski klaim dilaporkan meningkat. Menurut data Index, Garuda membuka transaksi dengan melemah 19 poin atau 0,13% ke level Rp14.175 per . Sebelumnya, spot sudah ditutup terdepresiasi 98 poin atau 0,70% di posisi Rp14.156 per dolar pada akhir pekan (18/5) kemarin.

Pada akhir pekan waktu setempat, Departemen AS melaporkan bahwa tunjangan pengangguran di Paman Sam meningkat 11.000 menjadi 222.000, yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 12 Mei. Ekonom yang disurvei telah memperkirakan klaim meningkat menjadi 215.000 pada pekan terakhir.

“Kenaikan suku bunga Bank Indonesia pada pekan kemarin memang diharapkan mampu memberikan dampak positif pada nilai tukar rupiah,” jelas ekonom Bank Permata, Josua Pardede, seperti dilansir Kontan. “Namun, secara global, nilai tukar masih terus menguat, didukung yield obligasi pemerintah AS yang terus melambung hingga menembus 3,1%.”

Pada pekan ini, Josua menambahkan, pergerakan rupiah masih akan disetir oleh sejumlah data perekonomian eksternal. Akhir pekan lalu, angka klaim pengangguran AS memang dirilis naik 11.000 menjadi 222.000. Namun, angka ini masih dalam level yang terbilang rendah. “Pelaku pasar juga akan mengantisipasi sinyal dalam notulensi pada Kamis (24/5) depan,” sambung Josua.

Hampir senada, analis Monex Investindo Futures, Faisyal, menuturkan bahwa pekan ini, rupiah masih harus menghadapi tantangan sentimen kuat, salah satunya rilis FOMC meeting di tengah minggu. Jika catatan rapat petinggi The Fed mengindikasikan kebijakan yang masih hawkish, penguatan dolar AS diprediksi masih terus berlanjut dan membebani kurs rupiah.

Pada hari ini, Faisyal pun memprediksi bahwa mata uang masih akan cenderung melemah dan bergerak di kisaran Rp14.100 hingga Rp14.200 per dolar AS. Sementara, Josua menilai bahwa sepekan ke depan, rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.000 hingga Rp14.200 per dolar AS. “Sepertinya, rupiah masih sulit untuk keluar dari level Rp14.000,” tutup Josua.

Loading...