Kini Banyak Dijadikan Kemasan Minuman, Harga Kantong Darah Kosong Berkisar Mulai Ribuan Rupiah

Kantong Darah Kosong - www.tokopedia.comKantong Darah Kosong - www.tokopedia.com

Kantong darah mungkin dulunya dikenal sebagai peralatan medis yang ada di atau Palang Merah Indonesia (PMI) untuk keperluan transfusi darah. Namun seiring berkembangnya zaman dan di kuliner, kantong darah atau blood bag pun kini kerap dimanfaatkan untuk mengemas minuman. kantong darah kosong sendiri cukup , tergantung jenis, , bahan, dan ukuran kapasitasnya.

Sebagai , kantong darah kosong merek JMS single 350 ml dengan harga Rp 475 ribu per pack isi 10 pcs, blood bag 350 ml Terumo isi 10 harganya Rp 850 ribu, sedangkan kantong darah plastik untuk minuman kapasitas 350 ml harganya Rp 5.500 sekantong (1 pcs).

Aneka minuman yang dikemas secara unik menggunakan blood pack (kantong darah) hingga sabun pencuci piring ini sudah banyak berkembang di kota-kota besar, termasuk Malang. Menurut pihak Dinas Perindustrian dan (Disperindag) Kota Malang, bentuk dan desain kemasan makanan yang ‘nyeleneh’ itu ternyata tidak dipersoalkan. Pasalnya meski tak lazim, kemasan-kemasan itu masih dianggap wajar.

“Karena masuk makanan dan minuman, yang penting ada sertifikat halal dan Depkes. Desain itu tidak masalah, sepanjang sudah terdaftar. Tidak masalah,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang, Tri Widyani, seperti dilansir Merdeka.

Apabila dua sertifikat tersebut masih belum diperoleh, maka produk dari Industri Kecil dan Menengah (IKM) bisa saja ditarik sewaktu-waktu oleh konsumen. Sebelum hal tersebut terjadi, maka Disperindag berkewajiban untuk membina produk IKM supaya lebih terstandar. “Kita akan membina, agar segera memenuhi standardisasi untuk jenis makanan dan minuman. Kita imbau, produk makanan dan minuman sesuai dengan ketentuan SNI,” ucap Yani.

Lebih lanjut Yani mengungkapkan, tiap makanan yang beredar di pasaran harusnya telah mengantongi sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan standardisasi olahan makanan dari Departemen Kesehatan (Depkes). “Beberapa tahapan harus dilalui oleh IKM. Sekarang IKM mau apa tidak untuk proses ke sana. Kita memberikan dorongan pada mereka,” tandas Yani.

Loading...