Kim Jong Un Dikabarkan Kritis, Rupiah Berakhir Merah

Rupiah - www.aktual.comRupiah - www.aktual.com

JAKARTA – harus tenggelam di area merah pada perdagangan Selasa (21/4) sore seiring keperkasaan yang didukung turunnya dunia dan kabar menurunnya kesehatan pemimpin Utara. Menurut laporan Bloomberg Index pada pukul 14.57 WIB, mata uang Garuda ditutup melemah 55 poin atau 0,36% ke level Rp15.468 per dolar AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah atau kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp15.643 per dolar AS, terdepresiasi 100 poin atau 0,64% dari perdagangan sebelumnya di level Rp15.543 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia juga tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 1,18% dialami won Korea Selatan.

Dari pasar , indeks dolar AS mampu melanjutkan tren positif terhadap sejumlah mata uang utama pada hari Selasa, karena tetap gelisah setelah kejatuhan harga minyak mentah berjangka AS di bawah nol dan menjauh dari aset risiko, bahkan ketika patokan bangkit kembali. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,212 poin atau 0,21% ke level 100,167 pada pukul 11.42 WIB.

Dilansir Reuters, minyak mentah berjangka AS yang jatuh ke negatif untuk pertama kalinya pada hari Senin (20/4) kemarin terjadi akibat kelebihan pasokan dan permintaan yang menurun imbas pandemi coronavirus. Namun, harga minyak ini berhasil rebound dan diperdagangkan di level 1,20 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 08.10 waktu Singapura.

“Minyak turun dari posisi terendahnya, tetapi banyak perusahaan akan terkena dampak,” kata kepala dan kepala ekonom di AMP Capital Investors di Sydney, Shane Oliver. “Jika harga saham mengalami kemunduran, dolar AS bisa melihat beberapa keuntungan sebagai tempat yang aman. Satu-satunya hal yang membatasi greenback adalah Federal Reserve telah melakukan pelonggaran kuantitatif lebih banyak daripada siapa pun.”

Kekhawatiran tentang kesehatan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, setelah laporan menyebutkan dia dalam kondisi kritis dan harus mendapatkan perawatan medis, juga mendukung dolar AS. Kabar itu didapat oleh pihak intelijen AS yang mengetahui langsung terkait informasi tersebut. Namun, Daily NK, sebuah situs web berbasis di Seoul, melaporkan bahwa Kim menjalani ‘prosedur bedah kardiovaskular’ dan sudah mulai pulih.

Loading...