Kian Tak Berotot, Rupiah Dibuka Melemah 3 Poin ke Rp14.004/USD

Rupiah - www.medanbisnisdaily.comRupiah - www.medanbisnisdaily.com

terlihat kian tidak bertenaga pada perdagangan Selasa (8/5) ini. Seperti dipaparkan Index, Garuda mengawali hari ini dengan melemah 3 poin atau 0,02% ke level Rp14.004 per AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup anjlok 56 poin atau 0,40% di posisi Rp14.001 per AS pada Senin (7/5) kemarin.

“Pelemahan rupiah disebabkan eksternal, salah satunya dari penantian terhadap keputusan AS yang ingin memperpanjang sanksi ke Iran,” jelas ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail, seperti dikutip dari Kontan. “Hal tersebut telah mengerek minyak dunia dan berpotensi membuat defisit migas Indonesia naik.”

Hampir senada, ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengungkapkan bahwa indeks dolar AS konsisten bergerak menguat karena didukung tren kenaikan harga minyak dunia. Kondisi tersebut menurutnya membuat permintaan akan terus meningkat, yang mengakibatkan pelemahan terhadap tidak hanya rupiah, melainkan juga sebagian besar mata uang lainnya.

“Di tengah ketidakpastian proyeksi kenaikan suku bunga The Fed, yang terpenting saat ini adalah memberikan kepercayaan terhadap rupiah,” kata Josua. “Pembelian dolar AS karena motivasi spekulasi harus ditekan, dan pelaku pasar jangan panik, melainkan waspada dan bijaksana menggunakan dolar AS sesuai dengan kebutuhan.”

Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi ( domestik bruto atau PDB) Indonesia kuartal pertama 2018 yang melesat dari ekspektasi juga dinilai turut melukai rupiah. Kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan PDB Indonesia kuartal pertama sebesar 5,06%. Meski lebih tinggi dari kuartal pertama di periode sebelumnya, namun masih lebih rendah dari proyeksi Bank Indonesia yang sebesar 5,1%. “Angka ini juga di bawah prediksi Kementerian Keuangan yang optimistis PDB 5,2%,” ujar analis Global Kapital Investama, Nizar Hilmi.

Untuk hari ini, Nizar pun memperkirakan rupiah bakal bergerak di kisaran Rp13.980 hingga Rp14.050 per dolar AS dengan kecenderungan melemah. Sementara, Mikail memprediksi gerak rupiah berada di rentang Rp13.950 hingga Rp14.000 per dolar AS, sedangkan Josua menebak mata uang domestik masih akan bertengger di kisaran Rp14.000 per dolar AS.

Loading...