Keuntungan Menjanjikan, Biaya Bisnis Franchise Apotek Generik Berkisar Ratusan Juta Rupiah

Ilustrasi : Seseorang yang berjualan obat di apotek.

Sejak diberlakukannya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, pola kebiasaan dalam berobat kini banyak berubah. Pasalnya seluruh fasilitas kesehatan milik pemerintah diwajibkan memakai obat generik esensial dalam memberikan pada . Oleh sebab itu penjualan obat generik di sejumlah kini dikabarkan meningkat.

“Dulu, untuk membuka apotek memang membutuhkan dana besar yang bisa mencapai ratusan juta,” kata Chazali Situmorang, pemilik Apotek Budi Farma, seperti dilansir Kontan. Namun sejak meningkatnya permintaan obat generik, kini dengan modal kecil pun sudah bisa buka apotek mini cukup dengan memperbanyak stok obat generik yang harganya jauh lebih murah dari obat bermerek.

Ada beberapa apotik yang menawarkan kerjasama dengan sistem atau waralaba, antara lain Apotek Viva Generik, Apotek K-24, Apotek Century, hingga Apotek Kimia Farma. yang dibutuhkan untuk memulai franchise apotek generik bervariasi. Sebagai contoh untuk Apotek Century Pharma modal awal memulai usaha franchise berkisar Rp 400 jutaan, kemudian Apotek K 24 biaya investasi untuk membuka satu gerai seluas 60 m2 di Pulau Jawa berkisar Rp 970 juta.

Biaya investasi Apotek K-24 tersebut kabarnya telah mencakup franchise fee (royalti pemakaian ), sewa bangunan selama 1 tahun, renovasi bangunan, stok obat, papan nama gerai eksterior, interior, mebel, sistem dan software IT, modal kerja 3 bulan, inventaris gerai, biaya pelatihan awal, serta perizinan dan administrasi pembukaan apotek. Bisnis franchise Apotek K-24 diperkirakan balik modal sekitar 3 tahun. Namun kabarnya ada juga apotek yang balik modal lebih cepat lantaran memiliki angka penjualan yang baik dan keuntungan yang didapat pun menjanjikan.

Tak hanya nama-nama yang sudah besar saja, pemain yang terbilang baru di daerah Kediri seperti Apotek F21 juga membuka peluang kemitraan dengan paket investasi yang harganya relatif murah, antara Rp 300-350 juta, sudah termasuk hubungan kerja selama 5 tahun, dukungan manajemen dan pendampingan, promosi, sistem dan kursus karyawan, obat-obatan awal, dekorasi, serta furnitur apotek. “Berarti, mitra cuma butuh mempersiapkan area seluas minimum 48 meter persegi (m2) serta dapat segera beroperasi,” kata M. Lukman Haris, pemilik usaha Apotek F21.

Loading...