Keuntungan Bisnis Franchise Sour Sally Semakin Meroket di Tahun 2017

Franchise Sour Sally - jogja.tribunnews.comFranchise Sour Sally - jogja.tribunnews.com

Bisnis Franchise 2017 semakin berkembang dan banyak ragamnya. bisnis yang melibatkan banyak orang, dipandang cocok diterapkan di Indonesia.

Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar mengatakan bahwa kreativitas masyarakat Indonesia dalam mencari peluang sangat besar. Hal ini ditunjukkan oleh banyaknya penduduk Indonesia yang bekerja sendiri atau self employment dengan porsi antara 70-80 persen dari populasi.

Menurutnya, praktik bisnis tersebut merupakan penerapan ekonomi kerakyatan. Hal ini karena franchise dilakukan oleh dan untuk orang banyak.

Jenis usahanya pun beragam. Bisnis yang paling banyak dipilih adalah , pendidikan, ritel, salon dan spa, serta farmasi. Namun, ada pula franchise di bidang binatu, cleaning service, jasa kurir, penginapan, serta agro (pertanian dan peternakan) dan perbengkelan.

Saat ini, Indonesia mempunyai 700 franchise dengan gerai nyaris mencapai 25.000 unit dengan serapan tenaga kerja lebih dari 90.000 orang. Nilai menyentuh angka Rp 175 triliun dengan potensi kenaikan antara 10-15 persen per tahun.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM), I Wayan Dipta mengatakan bahwa franchise memiliki risiko rendah, karena bisnisnya sudah dikenal. Ia pun mengakui potensi waralaba (franchise) yang bisa dikembangkan tidak sebatas di bidang kuliner.

Pengembangan bisnis franchise akan semakin berkembang jika didukung semua pihak. Hal ini menyebabkan ekonomi kerakyatan sebagai penopang ekonomi Indonesia semakin tumbuh.

Jenis bisnis yang berkembang pesat di masyarakat adalah kuliner. Salah satunya adalah Sour Sally. Merk asal Amerika Serikat ini mulai masuk Indonesia sejak Mei 2008. Pertumbuhan bisnis frozen yoghurt ini meningkat dari tahun ke tahun, sekitar 15%. Industri konsumsi frozen yoghurt di tahun 2011 sebesar Rp 235 miliar, dan meningkat drastis di tahun berikutnya menjadi Rp 324 miliar.

Tantangan dalam bisnis frozen yoghurt adalah menyediakan yoghurt rendah lemak bagi segmen health conscious. Bisnis di bidang ini cukup besar sekitar Rp 1,2 triliun per tahun.

Meningkatnya bisnis frozen yoghurt ini juga dipengaruhi oleh tumbuhnya populasi konsumen segmen menengah menjadi 134 juta orang di seluruh Indonesia. Hal ini dikarenakan masyarakat pada segmen ini mempunyai daya beli yang tinggi dan beraspirasi untuk meningkatkan gaya hidup mereka.

Kelompok menengah ini cocok dijadikan sebagai target karena mereka suka kuliner dan mencari dessert seperti frozen yoghurt yang rendah lemak.

Sour Sally Mini dihadirkan untuk menciptakan baru dengan harga yang lebih hemat namun tetap berkualitas baik. Biaya yang harus dikeluarkan apabila ingin memiliki franchise ini adalah Rp 350 juta.

Biaya tersebut termasuk biaya booth, set up tempat usaha, peralatan usaha, dan bahan baku, serta kontrak kerjasama selama lima tahun. Akan tetapi, harga tersebut belum termasuk sewa lokasi usaha dan gaji karyawan. Tempat yang dibutuhkan untuk berjualan sebesar 3mx3m. Pusat hanya menyediakan fasilitas pelatihan karyawan dan survey lokasi usaha.

Sour Sally Mini menawarkan frozen yoghurt dengan berbagai topping dan saus. sausnya antara lain matcha sauce, red devil, milo myers, dan orangello. Sedangkan untuk taburan, ada dua pilihan yaitu sereal renyah dan buah seperti rainbow cubes, mochi mix, oreo crumb, roasted almond, green tea popcorn, longan, kiwi, peach dan strawberry.

Target Sour Sally Mini antara 60 cup hingga 80 cup per hari. Alhasil, target omset berkisar Rp 50juta-60juta per bulan. Pusat mengenakan biaya royalti sebesar 6% dari total omset per bulan. Laba margin yang didapat sekitar 30-40%. Sehingga target balik modal sekitar 2 tahun.

Keberhasilan penjualan Sour Sally terbukti. Merk ini membukukan penjualan lebih dari 9 juta cup frozen yoghurt. Prestasi ini mengantarkan Sour Sally meraih penghargaan Influential Brands.

Menjelang ulang tahunnya ke 10, brand asal Amerika Serikat ini mengeluarkan produk premium terbaru, Sour Sally White Gold. Frozen yoghurt ini terbuat dari yoghurt gellato Italia lush artisal, gellato impor dari Italia yang teksturnya lebih lembut dari yoghurt Sour Sally.

Produk baru ini diklaim kaya probiotik dan kolagen. Kandungan probiotik dalam yoghurt gellato diyakini dapat menjaga kesehatan pencernaan.

Sementara kandungan kolagennya memberi manfaat kesehatan dan kecantikan kulit. Kemewahan lain dari produk baru Sour Sally ini adalah yoghurt gellato dilapisi gold-leaf 24 karat dari Italia.

Lapisan tersebut ditumbuk khusus dengan tangan dan ditiriskan menjadi lembaran padat melalui kemahiran pandai . Selain itu masih ada taburan cokelat Prancis Valrhona dan buah berri segar. Ada dua pilihan buah berri yaitu raspberry dan blueberry.

Produk Sour Sally White Gold ditawarkan dalam empat varian, yaitu Dark Chocolate, Caramella, White Chocolate, dan Honey Blossom.

“Brand Sour Sally menjadi leader brand di kategori frozen yoghurt di Indonesia , sudah menguasai 70-75% dari pasar frozen yoghurt. Ini akan menjadi modal bagi kita untuk memanfaatkan dominasi pasar ini untuk market intention ke Sour Sally Mini,” ujar Ardantya.

Upaya Sour Sally untuk menguasai pasar makanan sehat salah satunya dengan mengampanyekan keunggulan merk beserta kualitas untuk membangun kesadaran mek serta melakukan promosi seperti berpartisipasi dalam International Franchise Expo (IFRA) di Jakarta.

Loading...