Keuangan Asia Berkabut, Harga Emas Naik di Hari Pertama Perdagangan

Saham dan Asia mayoritas mengalami penurunan pada hari Senin – hari pertama perdagangan tahun 2016. Data kontraksi sektor manufaktur China, dan sinyalemen yang menginginkan nilai kurs yuan lebih rendah lagi menjadi penyebab utamanya. Sementara itu, tekanan yang melonjak sebanyak 3 persen akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, membuat hari Senin ini cukup kelabu.

Memimpin kemunduran, saham Cina daratan turun 7 persen pada hari pertama mekanisme pemberlakuan suspensi perdagangan.

Saham Eropa juga terlihat dibuka lebih rendah, dengan para spekulan keuangan mensinyalir DAX Jerman jatuh 1,5 persen, CAC Perancis 40 persen dan 0,7 FTSE 100 Inggris 0,6 persen. Indeks MSCI turun 2,5 persen, mencatat kerugian terbesar sejak 24 Agustus tahun lalu.

Banyak yang berpikir pasar akan tetap berada di bawah tekanan karena minyak termasuk OPEC, Rusia, dan Amerika Serikat membanjiri pasar dengan 0,5-2,0 juta barel minyak setiap hari, lebih dari permintaan.

“Keprihatinan atas kesehatan Cina disertai dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah telah dikombinasikan untuk memastikan permintaan yang kuat untuk aset safe haven,” kata Rabobank strategist dalam sebuah catatan.

Mata uang safe haven franc menguat sekitar 0,8 persen terhadap dolar, sementara emas juga naik 0,8 persen menjadi $ 1.069,30 per ounce. Euro tercatat menguat atas 0,4 persen menjadi $ 1,0892.

Sebaliknya, poundsterling Inggris turun ke titik $ 1,4813, dirusak oleh kekhawatiran tentang pemungutan suara atas keanggotaan Inggris dalam Uni Eropa yang kemungkinan diadakan pada awal Juni. [yap/reuters-]

Loading...