Ketidakpastian Jelang Pilkada Jakarta Bikin Rupiah Loyo di Awal Dagang

Jakarta dibuka 0,23 persen atau 30 poin ke posisi Rp 13.325 per AS pada awal pagi hari ini, Jumat (10/2). Kemudian rupiah melanjutkan pelemahannya sebesar 0,21 persen atau 28 poin ke level Rp 13.323 per AS pukul 08.02 WIB.

Sebelumnya, Kamis (9/2) rupiah berakhir menguat 0,24 persen atau 32 poin ke Rp 13.295 per dolar AS usai bergerak pada rentang angka Rp 13.283 hingga Rp 13.318 per dolar AS.

Menurut Samuel Sekuritas, rupiah hari ini kemungkinan rawan terkoreksi karena indeks dolar AS terpantau kembali menguat dan kondisi menjelang pilkada pun terlihat mengkhawatirkan. Indeks dolar AS yang sebelumnya sempat pasca mengirim surat ucapan terima kasih ke China ternyata kembali menguat.

Rendahnya initial jobless claims serta janji Trump yang akan segera mengumumkan perubahan dalam waktu dekat telah memberikan angin segar pada para pelaku dan sukses mengerek kekuatan the greenback.

Kini pasar tengah menantikan data perdagangan Tiongkok pada pagi ini yang diprediksi membaik. Sedangkan rupiah untuk pertama kalinya mengakhiri perdagangan dengan penguatan di bawah Rp 13.300 sejak pertengahan Januari 2017 usai dolar AS melemah dan peringkat prospek utang dari Moody’s dinaikkan.

“Tetapi kembali kuatnya dolar serta ketidakpastian menjelang pilkada DKI Jakarta tengah minggu depan, bisa memberikan tekanan pelemahan terhadap rupiah,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta.

Sementara itu nanti malam akan digelar debat terakhir para calon gubernur DKI Jakarta di televisi. Sore ini investor juga tengah menunggu data current account deficit (CAD) kuartal IV 2016 dan diperkirakan akan turun cukup signifikan.

Loading...