Ketidakpastian Brexit Ikut Seret Rupiah Melemah di Pembukaan

Rupiah - www.komoditas.co.idRupiah - www.komoditas.co.id

Jakarta – Pada pembukaan pagi hari ini, Jumat (15/3), nilai tukar dibuka melemah sebesar 0,08 poin atau 12 persen ke level Rp 14.290 per . Kemarin, Kamis (14/3), kurs Garuda berakhir terdepresiasi 13 poin atau 0,10 persen ke posisi Rp 14.278 per USD.

Indeks yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS naik lantaran pound sterling memperpanjang kerugiannya usai parlemen Inggris memutuskan untuk menunda , sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan para terkait ketidakpastian baru mengenai kesepakatan keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Inggris akan meminta Uni Eropa (UE) untuk menunda kepergiannya dari blok ekonomi tersebut hingga 30 Juni 2019, usai anggota parlemen memberikan suaranya pada Kamis (14/3), di mana mereka juga kembali menolak referendum kedua.

Perdana Theresa May saat ini memperbarui upaya agar memperoleh persetujuan Brexit yang 2 kali ditolak parlemen Inggris pada minggu depan. Ia memberi tekanan pada anggota parlemen pembangkang agar mendukungnya, dengan ancaman berupa penundaan yang lebih lama apabila mereka terus menentangnya. Upaya May untuk melakukan pemungutan suara lagi terkait kesepakatan Brexit seolah makin menambah ketidakpastian bagi para investor.

Ketidakpastian Brexit itu pula yang mengakibatkan rupiah ikut melemah di spot. Menurut Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail, hasil pemungutan suara parlemen Inggris yang menolak kesepakatan keluarnya Inggris dari Uni Eropa menjadi katalis utama, sehingga euro dan pound sterling melemah terhadap dolar AS. “Rupiah pun sebagai bagian emerging market ikut terdampak,” ujar Ahmad, seperti dilansir Kontan.

Namun beruntung karena rupiah tak tergerus terlalu dalam. Pasalnya data-data ekonomi Amerika Serikat pun kurang memuaskan yang menandakan bahwa potensi perlambatan ekonomi AS semakin nyata. Hal inilah yang menimbulkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan menahan laju kenaikan suku bunga acuannya pada tahun 2019 ini.

Sementara itu, analis Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar mengungkapkan jika gerak rupiah hari ini akan dipengaruhi oleh rilis data neraca dagang. Defisit neraca dagang Indonesia diperkirakan akan menyempit dan membawa dampak yang positif untuk rupiah.

Loading...