Ketersediaan Listrik jadi Modal Utama Penggugah Ekonomi Rakyat

Kursrupiah.net – Ketersediaan memberi pengaruh besar pada perekonomian suatu daerah, terlebih di daerah yang mengandalkan sektor usaha skala kecil. Hal ini disampaikan oleh saat bertandang ke Kecamatan Mataram, Lombok Barat, NTB, untuk melakukan Groundbreaking Power Plant (MPP) Jeranjang, Sabtu (11/6).

Presiden Jokowi mengatakan, ekonomi memang tergolong kuat di tengah perlambatan ekonomi global. sempat mendapat pujian dari beberapa negara lain seperti , Jepang dan Korea Selatan. Sayangnya, Presiden merasa masih banyak hal yang perlu dibenahi, utamanya berkaitan dengan belum meratanya pasokan listrik di berbagai pelosok tanah .

“Mereka (negara lain) memuji kita, tapi saya masih malu, kalau mereka tahu di provinsi-provinsi kita masih banyak lampu yang mati karena pasokan listrik yang kurang,” kata Presiden.

NTB menjadi salah satu contoh lokasi yang masuk pada kriteria kurang pasokan listrik. Oleh sebab itu, MPP di Lombok dijadikan salah satu program strategis yang tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2015-2024.

“Di sini dan beberapa tempat karena kurang (pasokan listrik), saya yakin masih ada yang byar pet. Kalau nambah daya pasti belum bisa dipenuhi,” tutur Jokowi, yang kemudian dibenarkan oleh Direktur Utama PLN, Sofyan Basir.

Sistem kelistrikan di NTB dipisah menjadi tiga sistem, yakni sistem Lombok, sistem Sumbawa dan sistem Bima. Sistem Lombok adalah yang terbesar dengan beban puncak mencapai ± 212 MW dan daya pasok hingga ± 219 MW per Juni 2016. Dengan penambahan pasokan 50 MW dari MPP Jeranjang, maka akan menambah keandalan daya pasok sistem kelistrikan di Lombok.

Diungkap oleh Sofyan Basir, masuknya MPP 50 MW dalam sistem Lombok akan meningkatkan rasio elektrifikasi dari 73,83% pada April 2016 menjadi 78,16% pada Desember 2016.

“Kami berharap peningkatan rasio elektrifikasi ini bisa menjadi katalisator peningkatan perekonomian masyarakat.” ucap Sofyan.

Loading...