Kesepakatan AS-Meksiko Katrol Dolar, Rupiah Ditutup Melemah

Rupiah - www.medanbisnisdaily.comRupiah - www.medanbisnisdaily.com

Rupiah gagal mempertahankan posisi di area hijau pada Selasa (28/8) sore ketika bergerak menguat seiring kesepakatan anyar AS-Meksiko terkait NAFTA. Menurut Index pukul 15.58 WIB, mata uang Garuda harus menutup transaksi dengan melemah tipis 6 poin atau 0,04% ke level Rp14.626 per AS.

Sementara itu, siang tadi mematok kurs tengah berada di level Rp14.614 per dolar AS, terdepresiasi 4 poin atau 0,03% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp14.610 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak mixed terhadap greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,19% dialami won Korea Selatan dan pelemahan terdalam sebesar 0,22% menghampiri yen Jepang.

Dari pasar , indeks dolar AS terpantau sedikit menguat pada hari Selasa, setelah kesepakatan AS-Meksiko yang bertujuan merombak North American Free Trade Agreement (NAFTA) mendorong untuk memburu aset berisiko. Mata uang Paman Sam naik tipis 0,072 poin atau 0,08% ke level 94,851 pada pukul 11.00 WIB setelah kemarin berakhir drop 0,367 poin atau 0,39%.

Diberitakan Reuters, AS dan Meksiko akhirnya sepakat merombak NAFTA setelah sempat berlarut-larut. Kedua negara sepakat meningkatkan konten otomotif regional menjadi 75% dari saat ini sebesar 62,5%. Persyaratan tersebut berpotensi menggeser manufaktur sejumlah suku cadang mobil ke Meksiko dari China dan memindahkan sebagian produksi kembali ke AS dari Meksiko.

Perjanjian antara AS dan Meksiko juga memberikan tekanan pada Kanada untuk menyetujui persyaratan baru guna melanjutkan pakta tiga negara, yang dapat menghidupkan ketidakpastian ekonomi yang disebabkan ancaman berulang Donald Trump. Namun, kesepakatan sedikit meredakan kekhawatiran tentang eskalasi ketegangan perdagangan internasional, setidaknya untuk saat ini.

“Masalah perdagangan antara Meksiko dan AS belum benar-benar terpecahkan karena ke depannya Kanada akan terlibat, sehingga masih ada bagian yang sulit untuk diprediksi. Belum jelas apa yang akan dilakukan Kanada sehubungan dengan kesepakatan tersebut,” kata ahli strategi pasar di Sumitomo Mitsui Trust Bank di Tokyo, Ayako Sera. “Ketegangan AS-China juga belum dipecahkan.”

Loading...