Kesadaran Keselamatan Kerja Makin Tinggi, Training K3 Umum Ditarik Biaya Mulai Rp 2,5 Jutaan

Ilustrasi : Seorang pekerja mengalami kecelakaan kerja - kontraktorbaja.net

Dibandingkan negara-negara lain yang sudah maju, kesadaran akan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di memang relatif lebih rendah. Padahal keselamatan dan kesehatan kerja adalah hal utama yang harus diperhatikan, sebab setiap pekerjaan tentunya memiliki risiko. Demi meningkatkan kesadaran akan K3, pemerintah pun terus gencar menyerukan agar para pekerja mengantongi K3. training K3 untuk kalangan umum ini pun besarannya variatif, tergantung di mana pelatihan dilakukan.

Sebagai gambaran, training Ahli K3 Umum di wilayah Jakarta, Bandung, Cikarang, Semarang, Surabaya, dan Malang dikenai biaya sekitar Rp 4.999.000, kemudian di Yogyakarta biayanya Rp 4.499.000, serta di wilayah Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Makassar, Banjarmasin, Denpasar biayanya bisa mencapai Rp 5.999.000.

Ada pula yang menerapkan biaya relatif lebih murah seperti di Gadjahmada Yogyakarta dengan biaya Rp 2.995.000 dan biaya pendaftaran Rp 500 ribu per peserta. Penyedia jasa training K3 tertentu juga kerap mengadakan biaya training Ahli K3 Umum yang lebih murah untuk kalangan sebesar Rp 2,5 juta saja. Biaya tersebut biasanya sudah termasuk sertifikat K3 umum dari Kemenaker dan sederet lainnya. penerbitan SKP dan lisensi juga bisa dilakukan secara mandiri ke Kemenakertrans tanpa dipungut biaya, alias gratis.

Tak hanya di kota-kota besar, sejumlah daerah kini juga mulai memiliki kesadaran akan pentingnya K3. Misalnya saja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Perindustrian (Disnakertrans) Kabupaten Luwu Timur yang bulan lalu mengadakan pelatihan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Umum (AK3) Umum selama 12 hari.

“Pelatihan Ahli K3 umum ini kita selenggarakan, karena seiring makin banyaknya terjadi kecelakaan kerja dan minimnya tenaga Ahli K3 Umum di sejumlah yang ada di Kabupaten Luwu Timur,” kata Ketua Panitia Bambang A Acang, seperti dilansir Pojoksatu.

“Dengan selesainya pelatihan ini, nantinya peserta diharapkan memberikan pengetahuan kepada karyawan tentang bahaya dan risiko dalam pekerjaan serta menjelaskan dan mengatur cara-cara mengurangi risiko dan bahaya tersebut,” sambung Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan Setdakab Luwu Timur, Askar.

Loading...