Kerja Lebih Cepat dan Praktis, Harga Mesin Pemipil Jagung Basah Bisa Sampai Puluhan Juta Rupiah

Mesin Pemipil Jagung - m.vidio.comMesin Pemipil Jagung - m.vidio.com

Keberadaan atau pemipil memang sangat bermanfaat bagi para petani . Penggunaan teknologi semacam ini disebut-sebut bisa mempercepat pekerjaan dan menghemat tenaga manusia dibandingkan proses pemipilan dengan cara sederhana atau , terutama ketika memasuki musim panen .

Tahun lalu Litbangyasa Balai Besar Logam dan Mesin Kementerian Perindustrian melakukan uji coba alat pemipil jagung otomatis atau corn combine harvester saat panen raya jagung di Bulak Kalisoko Margosari Pengasih. Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG(K) berharap tersebut lebih ekonomis dibanding cara manual.

“Ketika dipakai hitung-hitungannya lebih murah. Itu yang paling penting. Ketika kita menggunakan industrialisasi dengan teknologi kemudian menghilangkan tenaga manusia, harapannya tetap efisien, tenaga manusia bisa bekerja lain sehingga tetap produktif,” ujar Hasto, seperti dilansir KRJogja.

Sementara itu, Kadinas dan Pangan Ir Bambang Tri Budi Harsono mengungkapkan alat itu adalah alternatif untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di sektor , terutama untuk panen. “Alat tersebut bisa efisien dan efektif terhadap pola panen yang ada pada kita. Prinsip ke depan di bidang mau tidak mau harus menuju mekanisasi dengan adanya tenaga kerja yang makin berkurang,” paparnya.

Harga mesin pemipil jagung basah di cukup variatif, tergantung kapasitas pipilnya. Sebagai contoh, mesin pemipil atau perontok jagung dengan bakar bensin dan berkapasitas 200-300 kg per jam dibanderol Rp 7,5 juta. Ada pula mesin pemipil jagung mini (corn sheller) yang berkapasitas 180 kg per jam produksi Maksindo tipe PPJ-001 dengan harga Rp 1.565.000, yang kapasitasnya 240 kg per jam Rp 2.375.000, dan yang kapasitasnya besar mencapai 1200 kg per jam tipe PPJ-003 dibanderol Rp 4.805.000. Lalu untuk merek Kubota berbahan bakar diesel dan kapasitas 2.500 kg/jam harganya Rp 23 jutaan.

Sedangkan mesin pemipil jagung basah impor yang memisahkan butir jagung dari bonggolnya dengan harga cukup mahal, mencapai USD 5.100 atau sekitar Rp 74,5 jutaan jika dikonversikan dalam rupiah. Mesin impor ini disebut-sebut memiliki spesifikasi cukup canggih karena bisa untuk merontokkan jagung segar, jagung manis, atau jagung beku. Bahkan kedalaman pemipilan juga bisa diatur sesuai kebutuhan dengan kapasitas mencapai 400-500 kg per jam.

Loading...