Kerap Dipakai untuk Tingkatkan Akselerasi Mio, Harga Gigi Rasio Kawahara Mulai Rp 250 Ribuan

Gigi Rasio Kawahara - www.bukalapak.comGigi Rasio Kawahara - www.bukalapak.com

Performa matic memang terkadang dinilai kurang memuaskan. Oleh sebab itu, beberapa kendaraan seperti Honda Mio biasanya berupaya meningkatkan tenaga mesin dengan melakukan berbagai cara seperti porting dan polish, ganti karburator, pengapian, mengubah klep, hingga bore-up dan stroke up. Tetapi ubahan tanpa menyentuh bagian penerus daya dianggap membuat akselerasi motor skutik kurang maksimal.

“Lari motor memang jadi lebih enteng. Tapi biasanya kalau sistem penerus daya tidak ikut disesuaikan, akan membuat putaran mesin gampang sekali habis,” ujar Hari Anggi, mekanik R59, bengkel skutik di Ciputat, Tangerang.

Supaya peningkatan performa tidak mubazir, Anggi menyarankan untuk mengubah bagian gigi reduksi atau yang kerap disebut gigi rasio. “Biar napas mesin enggak cepat habis, rasio mesti diperberat,” bebernya. Langkah tersebut sama seperti mengganti gir depan-belakang pada motor bebek atau sport.

Harga gigi rasio Mio Kawahara racing bervariasi, mulai dari Rp 250 ribuan hingga Rp 425 ribuan untuk 1 set. Ukuran ratio gear Kawahara pun bermacam-macam, antara lain menggunakan konfigurasi 14-39, 14-40, 14-41, 14-42, 15-38, 15-40, atau 16-40. Selain Kawahara, sebenarnya masih banyak merk gigi rasio yang beredar di seperti CLD, Kitaco, LHK, dan sebagainya.

Lalu bagaimana cara memiliki ukuran atau konfigurasi gigi rasio yang tepat untuk motor skuter matic Honda Mio? Rupanya menurut Ergus, pemilik bengkel R59 mengatakan bahwa semakin berat rasio maka hasil pembagian jumlah mata yang digerakkan dengan penggerak angkanya semakin kecil. “ di Mio, standarnya 42/13 (3,23), yang lebih berat pakai 41/14 (2,92). jumlah mata sangat beragam, dari 39/13, 40/14, bahkan sampai 39/16. Terbaru ada 21/10 dan 23/10,” kata Ergus, seperti dilansir Gridoto.

Anggi juga menambahkan bahwa pemilihan gigi rasio pada motor memang tidak boleh sembarangan. “Ada patokan yang didasarkan tingkat ubahan, kian ekstrem maka rasio makin berat,” katanya. Di samping itu, pemilihan rasio pun didasarkan pada trek yang dilalui. Apabila sering melalui trek yang lurus, maka rasio yang dipilih sebaiknya yang semakin berat.

Pilihan mata dalam mengoprek Mio juga harus diperhatikan. “Pakai piston 58 mm cukup 41/14, piston 63,5 pilih 40/15, sedang di atas itu pakai 39/16,” jelas Anggi sembari mengatakan jika konfigurasi itu untuk motor yang telah menggunakan pelek 17 inci, tetapi jika masih 14”, maka butuh rasio yang lebih berat lagi.

Loading...