Kerap Dipakai Membuat Kemasan, Harga Kertas Ivory 230 Gram Dibanderol Terjangkau

Kertas Ivory - www.bukalapak.comKertas Ivory - www.bukalapak.com

Dalam dunia dan percetakan rupanya ada banyak jenis kertas yang bisa digunakan, mulai dari art paper, art carton, ivory, dupleks, HVS, samson kraft, hingga corrugated. Dari sekian banyak jenis kertas, penggemar kerajinan biasanya banyak memilih menggunakan art paper, ivory, dan sebagainya. Pada dasarnya ivory memiliki karakteristik yang hampir sama dengan art carton, namun ivory hanya memiliki satu sisi yang licin dan sisi lainnya tanpa coating. kertas ivory biasanya dipatok berdasarkan gramaturnya, apakah 210 gram, 230 gram, 250 gram, 310 gram, atau 400 gram.

Sebagai untuk kertas ivory 230 gram A4 biasanya dengan harga sekitar Rp 680 per lembar, kemudian untuk kertas ivory 230 gr A3+ (325 x 485 mm) harganya berkisar Rp 1.500 per lembar, dan harga kertas ivory 230 plano (79 x 109 cm) dibanderol pada kisaran Rp 4.700 per lembar.

Kertas ivory banyak dipakai untuk membuat box atau packaging lantaran memiliki karakter yang cukup tebal dan kokoh. Selain itu kertas ivory disukai karena mampu memunculkan kesan eksklusif untuk kemasan apa saja seperti dus makanan, paper bag, hingga box kosmetik. “Selain ketebalannya, kertas ini juga ternyata salah satu jenis kertas yang food grade (tidak berbahaya dikonsumsi oleh tubuh). Jadi kertas ini sangat sesuai dipakai untuk restoran-restoran yang ingin menjual makanan untuk dibawa pulang konsumen,” kata salah satu pedagang.

Menariknya, kertas ivory rupanya tak hanya berhasil diolah menjadi kemasan makanan saja. Pemuda asal Mergangsan, Yogyakarta berhasil mengkreasikan kertas ivory menjadi seni 3 dimensi (3D) yang memiliki nilai jual tinggi. “Lewat pola-pola yang sudah dikerjakan di dalam software, lantas dicetak dan kemudian dirakit menjadi wajah 3D,” kata pemilik usaha Lowpolypaper, Rahmansyah Imam Saputra, seperti dilansir Madiunpos.

Dalam sebulan Lowpolypaper rupanya dapat menerima hingga 30 pesanan dengan konsep yang beragam. Harga karya seninya ini variatif, untuk bentuk 3D single berkisar Rp 300 ribu, sedangkan premium mencapai Rp 700 ribuan. Material yang digunakan adalah kertas lokal dengan yang dinilai terbaik seperti aster, jasmine, dan ivory. Pesanan yang datang pun tak hanya berasal dari Jogja, tetapi dari luar kota hingga luar negeri seperti Malaysia, Australia, dan Brasil.

Loading...