Kerap Dijual Lewat Internet, Adakah Tiket Fly Untuk Siaran Big TV?

Nonton TV Berlangganan - jalantikus.comNonton TV Berlangganan - jalantikus.com

Channel televisi berbayar sampai saat ini cukup diminati oleh , terutama yang tinggal di perkotaan. Tak heran jika operator penyedia saluran berbayar pun semakin banyak, misalnya seperti Indovision, Orange , hingga Big . Masing-masing penyedia biasanya menawarkan paket-paket dengan pilihan channel dan tarif yang kompetitif. Namun sejak beberapa tahun lalu beredar fly’ yang menawarkan lebih murah dibandingkan berlangganan secara resmi.

“Kalau biasanya pendistribusian siarannya melalui kabel, yang ini relatif baru karena didistribusikan lewat jaringan . Yakni, menggunakan perangkat ‘decoder’ untuk membobol siaran TV berlangganan resmi,” kata Head of Anti-piracy Asosiasi Penyelenggara Multimedia Indonesia (APMI), Dwi Utomo, seperti dilansir Bisnis.

Untuk berlangganan tiket fly, biasanya pihak penjual menganjurkan para konsumennya untuk memenuhi beberapa syarat, misalnya saja memiliki receiver khusus yang mendukung tiket fly, memiliki router untuk menyediakan koneksi internet, memiliki modem, dan telah membeli tiket fly. Tiket fly sendiri berisi kode-kode tertentu yang nantinya diinput ke receiver yang telah tersedia.

Sistem semacam ini pada dasarnya bersifat untung-untungan, sebab terkadang ada beberapa penyedia yang begitu ketat sistem keamanannya dan tak bisa diakses sepanjang waktu. Oleh sebab itu rata-rata penjual tiket fly biasanya enggan menawarkan garansi channel atau tiket fly bisa diakses selamanya. Umumnya pedagang menjual tiket fly dengan harga yang beragam. Untuk paket tiket fly Indovision dipatok antara Rp 25-30 ribuan. Ada pula yang menawarkan paket Indovision bonus Transvision dengan Rp 30 ribu saja.

Hingga kini baru operator-operator populer seperti Indovision, Astro, hingga CCCam saja yang berkeliaran di internet. Sedangkan kode tiket fly untuk operator Big TV masih cukup jarang ditemui. “Sebenarnya, para pemain TV berlangganan ilegal sudah mulai beroperasi sejak kisaran 1990-an, jauh sebelum ada Undang-Undang Nomor 19/2012 tentang Hak Cipta. Terutama, di daerah-daerah luar Jawa,” ujar Dwi.

“Perangkat untuk membobol TV berlangganan ini didistribusikan lewat situs internet. Bahkan, pelanggannya sudah mencapai 2.000-an yang tersebar di berbagai daerah. Pemilik situs ini sudah diproses hukum,” tandasnya.

Loading...