Kerajinan Sirkam Jawa Berbahan Ramah Lingkungan Tembus Pasar Amerika & Eropa

Kaum wanita tentunya sudah banyak yang mengenal rambut bernama sirkam alias sunggar. lawas sejak tahun 1960-an silam ini kerap dipakai dalam pernikahan yang mengusung adat . Meski sebelumnya kerap dipakai menjadi aksesoris pengantin, sirkam hingga kini masih eksis menjadi aksesoris yang digemari para wanita.

Selain dapat mempercantik rambut, sirkam juga dapat membuat rambut bagian belakang kepala terkesan lebih bervolume, terutama jika sedang mengenakan konde. Uniknya lagi, kerajinan sirkam rupanya tidak hanya diminati oleh asal , tetapi juga konsumen dari mancanegara.

Pemilik brand aksesoris Leginayba, Sarah Dewi Beekmans menuturkan jika sirkam dan aksesoris buatannya yang lain telah sukses dipasarkan hingga ke dan . Padahal kerajinan aksesoris tersebut hanya memanfaatkan limbah tulang dan tanduk sapi atau kerbau hingga potongan kayu sisa mebel.

Dari berbagai macam jenis yang diproduksi Leginayba, yang paling laris diekspor ke berbagai negara adalah anting-anting tribal dan aksesori rambut. Toko aksesoris yang bermarkas di Bali ini juga membuat klasik seperti tusuk kode dan sirkam yang terbukti hingga kini masih menjadi tren. “Di Eropa dan AS, model yang klasik maupun kontemporer sama-sama laku,” tuturnya.

Sirkam khas Jawa untuk hiasan rambut sendiri dibanderol dengan harga yang bervariasi, mulai dari yang termurah Rp 55 ribu hingga Rp 95 ribu per buah.

Loading...