Keputusan ECB Dorong Penguatan Dolar, Harga Emas Bergerak Turun

Setelah sempat rebound, berjangka di Divisi Mercantile Exchange kembali pada penutupan Kamis (8/12) malam waktu setempat atau Jumat (9/12) pagi WIB. Harga logam mulia kembali ke level negatif usai keputusan Sentral Eropa (European Central ) mengenai pelonggaran kuantitatif membuat pergerakan indeks AS .

Harga emas paling aktif untuk kontrak Februari melorot 5,1 dolar AS atau 0,43 persen menjadi menetap di level 1.172,40 dolar AS per ounce. Logam mulia juga mendapat tekanan tambahan karena Dow Jones Industrial Average AS naik 78 poin atau 0,4 persen pada pukul 18.15 GMT, selain laporan Departemen Tenaga Kerja AS yang menunjukkan klaim pengangguran awal jatuh ke tingkat 258.000 pada minggu ketiga Desember.

Dolar AS kembali menguat setelah Presiden European Central Bank (ECB), Mario Drighi, mengumumkan bahwa pihaknya akan mengurangi laju program pembelian obligasi, yang juga dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif, yang dimulai pada April 2017 mendatang. Usai pengumuman ini, the pun langsung melesat 0,98 persen ke level 101,20 pada pukul 18.00 GMT.

Pergerakan emas dan dolar AS memang biasanya berlawanan arah. Ketika dolar AS naik, maka harga emas berjangka akan jatuh, begitu pula sebaliknya. Pasalnya, emas yang diukur dengan dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor.

Emas pun masih tetap berada di rentang perdagangan yang ketat karena komoditas ini sensitif terhadap kebijakan bank. Selain keputusan ECB, pertemuan Federal Reserve pada pekan depan juga disebut bisa memengaruhi harga logam mulia.

“Kebalikan (untuk emas) dibatasi oleh kekhawatiran bahwa The Fed akan menaikkan mereka pada pekan depan,” urai Kepala Analis Pasar di ThinkMarkets, Naee Aslam. “Ini alasan utama mengapa kita melihat banyak yang menjual emas mereka.”

Loading...