Keputusan BOJ Lemahkan Rupiah & Mayoritas Mata Uang Asia di Penutupan

Jakarta – Pada hari ini, Selasa (2/8) terus bergerak di zona merah. Setelah pagi tadi dibuka tipis sebesar 0,02 persen atau 3 poin ke Rp 13.050 per dolar AS, sore ini kembali terdepresiasi 0,33 persen atau 43 poin ke angka Rp 13.090 per dolar AS menurut data dari Bloomberg Indeks.

Rupanya bukan hanya mata uang Tanah Air yang melemah. Sejumlah mata uang di kawasan juga cenderung tertekan akibat langkah bank sentral Jepang (BOJ) yang hanya menetapkan keputusan stimulus keuangan moderat.

Analis Monex Investindo Futures Putu Agus mengungkapkan jika hal itu membuat dolar AS perlahan menguat dalam perdagangan hari ini. “Situasi itu mengecewakan pelaku global yang berharap untuk pelonggaran lebih agresif untuk mendukung perekonomian global,” ujar Putu Agus.

Walau begitu, Putu memperkirakan jika penguatan dolar AS masih terlalu lemah usai mereka melaporkan bruto (PDB) dan juga kegiatan manufaktur di Amerika Serikat tergolong buruk. manufaktur AS turun ke level 52,6 di bulan Juli dari 53,2 di bulan sebelumnya.

Analis dari PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong menambahkan, kondisi Indonesia beserta euforia amnesti pajak masih dapat menjaga nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. “Pelemahan rupiah cenderung terbatas, masih ada potensi bagi mata uang domestik untuk kembali mengalami apresiasi terhadap dolar AS,” tandasnya.

Loading...