Kepulauan Marshall Bakal Terbitkan Kripto Legal Perdananya

Kepulauan Marshall - m.tribunnews.comKepulauan Marshall - m.tribunnews.com

NEW YORK – Kepulauan Marshall, yang berlokasi di Samudera Pasifik bagian barat, dikabarkan akan mengeluarkan mata uang digital (cryptocurrencies) mereka sendiri yang akan diedarkan sebagai mata uang legal bersanding dengan dolar AS. Mata uang yang disebut dengan SOV (Sovereign) itu akan diresmikan karena nilai token digital telah menanjak dalam beberapa bulan terakhir.

“Status legal mata uang tersebut telah disetujui oleh parlemen,” papar minister-in-assistance Kepulauan Marshall, David Paul, dalam sebuah interview dengan Reuters pada Selasa (27/2) kemarin. “Ini adalah jalan masa depan. Sebagai sebuah , kami berhak menerbitkan suatu mata uang dalam bentuk apa pun, baik dalam bentuk digital maupun konvensional.”

Paul menambahkan bahwa SOV nantinya akan diterbitkan ke publik melalui penawaran koin awal, atau strategi yang mulai di kalangan ‘penambang’ pemula yang ingin mengumpulkan dana. Tetapi, negara akan membatasi pasokan SOV di 24 juta token (mewakili 24 kota di Kepulauan Marshall) untuk mencegah terjadinya inflasi.

“SOV nantinya akan bertindak seperti uang biasa,” kata setempat dalam sebuah pernyataan terpisah yang dirilis Selasa malam. “Ini menciptakan kepastian hukum untuk penggunaannya, karena semua yurisdiksi memiliki undang-undang yang berlaku untuk menangani transaksi legal, sementara keamanan pribadi kripto ditangani secara berbeda di berbagai yurisdiksi.”

SOV didasarkan pada apa yang oleh pemerintah Kepulauan Marshall sebut sebagai ‘kerangka Yakwe’, yang mengharuskan mengidentifikasi diri mereka di blockchain, memecahkan masalah anonimitas yang telah mengganggu bitcoin dan menghalangi adopsi arus utama. Karena bitcoin dan cryptocurrencies lainnya tidak dikenal, mereka tidak sesuai dengan kerangka lingkungan yang diatur.

Kepulauan Marshall bekerja sama dengan Neema, sebuah startup teknologi keuangan asal Israel, untuk mengeluarkan SOV. Pemerintah sendiri belum menentukan tanggal peluncuran ICO, namun sebuah presale dari token kepada investor akan ‘segera dimulai’. “Bagian dari dana ICO akan digunakan untuk membantu membiayai National Trust Fund,” tambah Paul.

Rencana beberapa negara untuk meluncurkan kripto mereka sendiri memang telah mendapatkan momentum dalam beberapa bulan terakhir, karena token digital yang diluncurkan oleh swasta telah melonjak nilainya. Beberapa pemerintah, termasuk China, Estonia, dan Iran, telah mendiskusikan rencana untuk mata uang digital mereka sendiri. Sementara itu, Venezuela telah maju dengan token digital baru yang disebut petro, yang didukung oleh komoditas minyak.

Loading...