Kepergok Tak Patuhi Aturan Lalu-Lintas, Ini Biaya Tilang Di Pengadilan

Memiliki kelengkapan memang wajib hukumnya. Mulai dari kepemilikan STNK hingga SIM. Hal ini dianggap penting demi menjaga ketertiban dalam berkendara juga dalam kepemilikan suatu .

Dalam pelaksanaannya menindak lanjuti ketertiban dalam berkendara, satuan polisi getol melakukan beberapa razia. Tidak sedikit dalam razia tersebut ditemukan masyarakat atau pengguna jalan masih belum tertib dan patuh untuk melengkapi kelengkapan bermotornya. Bahkan pelanggaran terkesan meningkat dari operasi atau razia pada tahun sebelumnya.

Hal ini dibenarkan oleh Kapolres Inhil, AKBP Dolifar Manurung SIK, selaku Kaops Res Operasi Patuh Siak 2017, melalui Kasat Lantas Polres Inhil, AKP Jusli SH selaku Kasat Ops Res di Mapolres Inhil, usai apel pagi, Selasa (23/5/2017).

Ia menjelaskan bahwa pelanggaran yang paling banyak adalah kelengkapan surat-surat kendaraan sebanyak 530 pelanggaran di tahun 2017 dibanding tahun 2016 sebanyak 320 pelanggaran. Helm di tahun 2017 sebanyak 327 pelanggaran sementara tahun 2016 sebanyak 224 pelanggaran. Kelengkapan kendaraan 62 pelanggaran tahun 2016 sebanyak 55 pelanggaran, melanggar batas kecepatan sebanyak 34 kali di tahun 2016 nihil, dan pelanggaran marka jalan sebanyak 7 kali sedangkan 2016 nihil.

Ketidakdisiplinan pengguna jalan tersebut juga terjadi di lain seperti di Utara. Banyak kendaraan bermotor yang berhenti di sembarang tempat, tidak memiliki SIM dan STNK, tidak menggunakan kaca spion, knalpot dan tanda nomor kenderaan nonstandar. Hingga pada kasus yang terparah terdapat kejadian lalu lintas yang telah merenggut nyawa akibat tidak tertibnya pengguna jalan. Pada periode Januari – Maret 2017 saja, sebanyak 1.348 kejadian dengan perincian 407 orang meninggal dunia, 470 orang luka berat, 1.567 orang luka ringan dan kerugian materil Rp 3 miliar lebih.

Selain itu, juga terdapat kendaraan bermotor yang memasang lampu rotator dan sirene, kendaraan bak terbuka yang mengangkut orang, kendaraan tidak layak jalan, kendaraan derek liar, penggunaan helm non-SNI dan kendaraan yang kecepatannya di jalan tol tidak sesuai .

“Operasi ini melibatkan 1.481 personil, 90 personil dari satgas Polda Sumut. Sampai hari ketujuh, kita sudah menilang 2.902 pengendara, melakukan 484 teguran dan terjadi dua kecelakaan lalu lintas”, jelas Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Ginting.

Bagi pengguna jalan yang tertangkap melakukan pelanggaran tersebut, sejumlah satuan polisi lalu lintas memberikan denda atau tilang sesuai nominal yang sudah ditentukan. Bagi pelanggar yang ingin membayar denda melalui proses sidang, kisaran mulai dari 50 ribu hingga 250 ribu untuk jenis pelanggaran tidak menggunakan helm standar. Selanjutnya bagi pengendara yang tidak memiliki SIM, pengendara motor bisa dikenai tilang sebesar 250 ribu. Hal ini sesuai dengan peraturan yang tertuang pada pasal 288 ayat 2.Sementara bagi pelanggar yang tidak membawa STNK, dapat dikenai tilang maksimal 500 ribu.

Biaya tilang ini pada pelaksanaannya menerapkan besaran denda bervariasi, tergantung dari kebijakan setiap Pengadilan Negeri di tiap daerah.

Loading...