Kepercayaan Konsumen AS Melonjak, Rupiah Berakhir Melemah

Rupiah - en.tempo.coRupiah - en.tempo.co

JAKARTA – kembali harus terbenam di area merah pada perdagangan Rabu (31/3) sore ketika greenback terus bergerak naik setelah indeks kepercayaan AS dilaporkan melonjak pada bulan Maret 2021. Menurut catatan Index pada pukul 14.56 WIB, mata uang Garuda ditutup melemah 45 poin atau 0,31% ke level Rp14.525 per dolar AS.

Sementara itu, data yang diterbitkan pukul 10.00 WIB menempatkan acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.572 per dolar AS, terdepresiasi 91 poin atau 0,63% dari sebelumnya di level Rp14.481 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang juga tidak berdaya melawan greenback, termasuk yen Jepang dan baht Thailand.

Kepercayaan konsumen AS pada Maret 2021 melaju ke level tertinggi sejak dimulainya pandemi COVID-19. Indeks kepercayaan konsumen Conference Board melonjak 19,3 poin menjadi 109,7 bulan ini, tertinggi sejak Maret 2020, sekaligus merupakan yang terbesar sejak April 2003. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan indeks akan naik menjadi 96,9.

Dari global, dolar AS naik ke level tertinggi satu tahun terhadap yen dan diperdagangkan mendekati puncak multi-bulan dengan rival lain pada hari Rabu, karena bertaruh bahwa stimulus fiskal besar-besaran dan vaksinasi agresif akan membantu AS memimpin pemulihan pandemi global. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,113 poin atau 0,12% ke level 93,410 pada pukul 11.03 WIB.

Pada hari Rabu ini waktu setempat, Presiden AS, Joe Biden, akan menjelaskan bagaimana ia bermaksud untuk membayar rencana infrastruktur senilai 3 sampai 4 triliun dolar AS, setelah awal pekan ini mengatakan 90% orang dewasa AS akan memenuhi syarat untuk vaksinasi pada 19 April. “ AS yang lebih baik dapat terus mendukung greenback dalam waktu dekat,” kata ahli strategi mata uang Commonwealth Bank of Australia, Carol Kong, dilansir dari Reuters.

Sementara itu, menurut analisis CNBC Indonesia, penyebab rupiah melempem karena arus ke pasar keuangan Indonesia memang sedang seret. Kemarin, ada lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SBN) yang hasilnya agak minim. Penawaran (bid) yang masuk ‘hanya’ Rp33,95 triliun dan pemerintah menyerap Rp4,75 triliun. Sebagai gambaran, rata-rata bid yang masuk dalam lelang sepanjang 2021 adalah Rp45,98 triliun, dan yang dimenangkan rata-rata Rp20,84 triliun.

Loading...