Kepercayaan Konsumen AS Naik, Rupiah Drop di Akhir Senin

Rupiah melemah diakhir perdagangan Senin (20/5)Rupiah melemah diakhir perdagangan Senin (20/5) - www.alinea.id

JAKARTA – Relatif bergerak di kisaran yang sempit, harus mengakhiri Senin (20/5) ini di zona merah seiring dengan meningkatnya kepercayaan konsumen pada awal bulan Mei. Menurut paparan Index pada pukul 15.56 WIB, mata uang Garuda melemah tipis 5 poin atau 0,03% ke level Rp14.455 per dolar .

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.478 per dolar AS, terdepresiasi 9 poin atau 0,06% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.469 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak mixed terhadap greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,92% dialami rupee India dan pelemahan terdalam sebesar 0,15% menghampiri dolar Taiwan.

Dari , indeks dolar AS bergerak lebih tinggi pada hari Senin, didukung sentimen konsumen Negeri Paman Sam yang dilaporkan melonjak ke level tertinggi pada awal Mei, di tengah meningkatnya kepercayaan atas prospek . Mata uang greenback terpantau menguat tipis 0,032 poin atau 0,03% ke level 98,027 pada pukul 13.03 WIB.

Dilansir Reuters, sentimen konsumen AS melonjak ke level tertinggi 15 tahun pada awal Mei di tengah meningkatnya kepercayaan terhadap prospek ekonomi, meski banyak dari lonjakan ini tercatat sebelum eskalasi dagang antara AS dan . Menurut data University of Michigan, indeks sentimen konsumen meningkat 5,3% menjadi 102,4, pembacaan tertinggi sejak 2004. Sementara, ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan pembacaan di angka 97,5.

Namun, para ekonom telah memperingatkan bahwa perang perdagangan yang belum kelar dapat membebani kepercayaan konsumen dan bisnis, dan mengurangi pengeluaran. University of Michigan sendiri menggarisbawahi ada referensi negatif untuk kenaikan dalam seminggu terakhir dan kemungkinan akan naik lebih lanjut pada akhir Mei dan Juni.

“Jadi, peningkatan sentimen baru-baru ini mungkin akan berumur pendek,” kata Daniel Silver, seorang ekonom di JPMorgan di New York. “Meskipun respons akhir terhadap tarif masih belum jelas, hasil survei menunjukkan bahwa sentimen konsumen diperoleh sebelum perkembangan kebijakan perdagangan dari beberapa minggu terakhir.”

Loading...