Kenaikan Harga Listrik & Tol Tak Pengaruhi Laju Inflasi Oktober 2016

harga-berasfoto:Ferry Irawan Kartasasmita

Jakarta – Inflasi periode Oktober diprediksi stabil walaupun belum lama ini tarif jalan dan tarif dasar listrik untuk 12 golongan pada Oktober dinaikkan.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menaikkan tarif listrik Rp 1 – Rp 2 per kWh. Selain itu, tarif ruas tol Prof Dr Ir Sedyatmo, tol Jakarta-Cikampek, dan tol Kertosono-Mojokerto seksi I juga dinaikkan. Tingginya curah hujan bulan ini pun dikhawatirkan dapat mengganggu distribusi pangan dan komoditas hortikultura yang bisa berakibat naiknya komoditas pangan.

Walau demikian, Bank Indonesia dan para ekonom yakin jika inflasi bulan ini berada dalam tren yang rendah. Kepala Divisi Assessment Inflasi BI, Rizki E Wimanda mengatakan, berdasar survei harga mingguan BI didapatkan bahwa inflasi pekan pertama Oktober 2016 masih tipis. “Pekan pertama Oktober tercatat inflasi 0,02% (mtm),” ujarnya.

Lebih lanjut Ekonom Bank Central Asia () David Sumual mengatakan, beberapa gangguan yang terjadi bulan ini tak akan mempengaruhi inflasi. “Yang signifikan terhadap inflasi adalah kenaikan harga BBM,” ucap David. Setelah lalu inflasi tercatat 0,22%, bulan ini David memprediksi jika nilai inflasi maksimal mencapai 0,2%.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara menambahkan, jika laju inflasi di Indonesia perlu dijaga agar BI dapat mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga. “Kalau mau suku bunga turun, maka turunkan inflasi dulu. Salah satu BI bisa menurunkan suku bunga adalah dari inflasi, sebab inflasi itu mempengaruhi daya beli masyarakat,” paparnya.

Laju inflasi sendiri dapat mempengaruhi besaran suku bunga dan kredit perbankan. Tahun ini menurut Mirza laju inflasi mencapai 3,3% dan pada akhir tahun diprediksi bisa menembus di bawah 3,5%. Ia menambahkan, apa bila suku bunga turun dan direspons positif oleh pasar, maka akan dapat menunjang .

Loading...