Kemunculan Bitcoin Jadi Tantangan Bagi Dunia Perbankan

Tokyo – Bank dan lembaga keuangan tradisional yang lain saat ini sedang mencari cara untuk menghadapi kemunculan mata uang virtual yang dapat mengubah pandangan bisnis dan keuangan bagi banyak kalangan.

Dekat Acropolis Athena, Vassilis Papadopulos, kini mesin-mesin ATM telah memungkinkan untuk membeli dan menjual Bitcoins untuk memperoleh uang tunai. “Bitcoin sangat penting untuk melindungi aset saya,” ujar salah satu pedagang yang saat ini sekitar 20% aset keuangannya ada di Bitcoin.

Kemunculan mata uang virtual bahkan diyakini sebagai masa depan mata uang. “Mata uang virtual akan lebih mudah untuk digunakan dalam 100 tahun dan bahkan akan digunakan sebagai alat yang sah di negara tertentu,” ujar CEO bitFlyer, Yuzo Kano.

UFJ Financial Group meluncurkan mata uang virtual pada bulan Maret lalu. Namun potensi krisis kemungkinan akan terjadi setelah munculnya pertumbuhan katalis baru. Dengan munculnya , maka fisik dan jumlah yang banyak sudah menjadi suatu keharusan.

Bank Amerika Merrill Lynch memperkirakan jika 25 juta pekerja di sektor keuangan akan diberhentikan dan mengantarkan ke era massal. Bahkan pun menghadapi risiko karena mata uang virtual telah menantang monopoli mereka terhadap penerbitan mata uang.

“Karena jumlah mata uang digital meningkat, kebijakan moneter akan memiliki dampak yang kecil,” ujar Naoyuki Iwashita, kelapa Bank Jepang FinTech Center. Bank-bank sentra Swedia dan China pun tengah mempertimbangkan untuk mengeluarkan mata uang digital mereka sendiri, demikian pula dengan .

Loading...