Pakai OVO PayLater, Belanja Jadi Lebih Mudah Dengan Bunga 2,9%

Aplikasi transaksi finansial OVO (sumber: id.techinasia.com)Aplikasi transaksi finansial OVO (sumber: id.techinasia.com)

Globalisasi telah berlangsung pada semua sisi kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari bidang ekonomi, politik, sosial budaya, ideologi, dan lain sebagainya. Globalisasi memberikan pengaruh yang sangat besar, baik itu dampak maupun negatif. Salah satu pengaruh globalisasi yang cukup signifikan ada pada bidang ekonomi yang sejalan terhadap gaya hidup masyarakat Indonesia. Sehingga bermunculan provider-provider berbasis online yang menawarkan sistem pinjaman dengan bunga yang cara kerjanya mirip dengan kartu kredit. Salah satu pelopornya adalah OVO PayLater.

Indonesia tercatat sebagai salah satu negara paling konsumtif di Asia. Gaya hidup masyarakat Indonesia yang suka mengikuti tren terkini ternyata bisa dijadikan peluang bisnis. Hal itulah yang menyebabkan didirikannya OVO Paylater. Sebelumnya, OVO PayLater merupakan sebuah fitur opsi di salah satu . Tak lama kemudian OVO merilis fitur OVO PayLater secara mandiri dalam bentuk . “Sejak bulan Januari 2019 fitur OVO PayLater memang sudah diluncurkan,” kata Abraham Viktor Head of Strategy and Innovation Lab OVO di Jakarta, dilansir dari Kompas.

OVO PayLater adalah sebuah aplikasi keuangan berbasis digital (fintech/financial technology) yang melayani penggunanya untuk membeli barang kebutuhan terlebih dahulu dan kemudian. Pengguna bisa menggunakan fitur ini untuk belanja sehari-hari di supermarket maupun di merchant-merchant OVO lainnya dengan bunga yang mirip seperti kartu kredit.

Pengguna bisa membayarnya 30 hari setelah barang dibeli. Pembayaran pun dapat dilakukan di aplikasi OVO, beberapa merchant OVO, dan supermarket. Kelebihan lainnya, aplikasi OVO PayLater ini pun tanpa intervensi manual. Proses PayLater ini begitu cepat, waktu untuk mengkonfirmasi pembayaran kredit pengguna hanya 14 detik. Artinya, tidak ada intervensi manual alias tidak mempekerjakan orang untuk approve permintaan pengguna.

Untuk pendaftaran lanjut, pengguna harus memiliki aplikasi OVO yang di-upgrade menjadi premium dengan menyertakan foto KTP dan foto selfie diri memegang KTP. Setelah di-upgrade, pengguna akan mendapat limit pinjaman. Fitur ini sebagai upaya OVO dalam menumbuhkan inklusi keuangan. Saat ini, 80 persen masyarakat Indonesia belum memiliki akses layanan keuangan digital.

Bunga bulanan PayLater OVO tak jauh beda dengan kartu kredit, yakni sebesar 2,9 persen dari nilai pembayaran atas yang menggunakan opsi cicilan OVO PayLater. Pengguna akan dikenakan admin oleh partner untuk pemakaian kredit limit sebesar 5 persen dari nilai transaksi. Sebagai catatan, pengguna hanya dapat melakukan transaksi maksimum sebesar kredit limit paling tinggi Rp10 juta.

Setiap bulannya, pengguna akan mendapatkan tagihan pada tanggal 27 yang harus dibayarkan paling lambat pada tanggal 1 di bulan berikutnya. Partner OVO PayLater berhak membekukan kredit limit pengguna jika pengguna belum membayar minimal sebesar 50 persen dari total tagihan hingga tanggal 4 pada bulan berikutnya. Jika pembayaran tagihan molor dari ketentuan, pengguna dikenakan bunga tunggakan sebesar 0,1 persen perhari dari sisa nilai tagihan yang jatuh tempo. Keunggulan aplikasi Ovo PayLater terletak pada efisiensi waktu untuk pencairan dan langsung bisa digunakan untuk berbelanja. Apakah Anda tertarik untuk menggunakannya?

Loading...