Kemenristek DIKTI: Sektor Pertanian masih jadi Andalan Perekonomian RI

Bogor – Kemarin (Senin, 25/4), Kementerian Ristek, , dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek) bersama dengan Institut Bogor (IPB) meluncurkan program start up benih padi 3S. Peluncuran program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung sektor pertanian .

“Sektor pertanian sebagaimana telah terbukti, merupakan sektor penopang stabilitas perekonomian makro kita,” ujar Jumain Appe, Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristek DIKTI dalam acara peluncuran benih di Tanjungsari, Bogor.

Menurut Jumain, hal ini dirasa penting, sebab sektor pertanian masih menjadi sektor pencipta nilai yang besar. Untuk itu, terus diupayakan penciptaan -produk pertanian nasional yang kompetitif. Presiden pun telah memasukkan ihwal ini sebagai kebijakan nasional yang dirumuskan dalam sembilan agenda prioritas.

“Salah satunya mewujudkan kemandirian dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ,” tuturnya.

Beralih ke Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, peranan sektor pertanian sebagai penopang stabilitas ekonomi nampaknya telah dirasakan oleh petani di wilayah ini.

Berdasar hasil analisa data Badan Pusat Statistik (BPS) Sidrap, angka kemiskinan di kabupaten ini mengalami penurunan drastis seiring dengan peningkatan ekonomi yang paling banyak disumbang oleh sektor pertanian. Angka kemiskinan yang hanya mencapai 5,8% menjadikan Sidenreng Rappang sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Sulawesi Selatan.

“Penyumbang terbesar untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi di Sidrap, datang dari sektor pertanian. Salah satu indikator itu yang membuat angka kemis‎kinan makin turun,” terang Kepala BPS Sidrap, Misbahuddin, usai menghadiri rapat bersama Muspida di Pemkab Sidrap, beberapa waktu lalu.

Sebagaimana dibeberkan oleh Misbahuddin, tingkat kemiskinan di Sidrap terus menurun dari tahun ke tahun. Di tahun 2010 misalnya, angka kemiskinan masih menginjak 7%, lalu turun menjadi 6,2% pada tahun 2011. Di tahun 2012 turun lagi menjadi 6%, dan menyusut hingga 5,8% pada akhir .

Loading...