Kemenangan Abe Dongkrak Dolar, Rupiah Berakhir Turun 24 Poin

rupiah melemah

dolar kembali terdongkrak setelah partai yang dipimpin Perdana Menteri memenangkan pemilu di Jepang, sekaligus membuat mayoritas mata uang lemas, tidak terkecuali . Menurut catatan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, mata uang NKRI menutup transaksi Senin (23/10) ini dengan pelemahan sebesar 24 poin atau 0,18% ke level Rp13.543 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah sudah ‘lesu darah’ dengan ditutup turun 4 poin atau 0,03% di posisi Rp13.519 per dolar AS pada Jumat (20/10) lalu. Kemudian, pagi tadi mata uang Garuda belum beranjak dari zona negatif setelah dibuka melemah 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.527 per dolar AS. Sepanjang hari ini, spot bergerak di kisaran Rp13.523 hingga Rp13.543 per dolar AS.

Dari pasar global, penguatan indeks dolar AS berlanjut pada transaksi hari ini, seiring dengan lesunya kinerja mata uang yen Jepang setelah partai yang berkuasa, yang dipimpin Perdana Menteri Shinzo Abe, memenangkan pemungutan suara di negara tersebut. Pada pukul 08.21 WIB, greenback terpantau menguat 0,137 poin atau 0,15% ke level 93,838 setelah sebelumnya berakhir rebound di posisi 93,701 pada Jumat kemarin.

Koalisi yang terdiri dari Partai Demokrat Liberal (LDP) dan Komeito dikabarkan memenangkan 312 dari 465 kursi di majelis rendah, menurut perhitungan cepat. Dengan kemenangan lebih dari 310 kursi, koalisi itu disebut sebagai mayoritas super, sekaligus mengindikasikan bahwa strategi yang berpusat pada kebijakan moneter (populer dengan istilah Abenomics) kemungkinan akan berlanjut.

Hasil pemilu di Jepang menambah kenaikan ekstra pada dolar AS yang sudah berada di landasan bullish berkat kemajuan dalam rencana Paman Sam. Greenback telah menguat sekitar 0,09% pada hari Jumat kemarin setelah Senat AS menyetujui rancangan anggaran untuk tahun fiskal 2018, sekaligus menyingkirkan rintangan utama Partai Republik guna merealisasikan reformasi .

“Hasil pemilu tersebut memperkuat harapan pengangkatan kembali Gubernur Bank of Japan, Haruhiko Kuroda, atau orang lain dengan sikap serupa sebagai gubernur berikutnya untuk memperpanjang pelonggaran moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya,” papar direktur eksekutif departemen valuta asing Agricole CIB, Yuji Saito. “Hal ini membuat nilai tukar yen terhadap greenback lebih responsif terhadap kenaikan imbal hasil obligasi AS.”

Sementara itu, siang tadi mematok tengah berada di level Rp13.535 per dolar AS, terdepresiasi 18 poin atau 0,13% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.517 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,23% dialami yen Jepang.

Loading...