Kembali Rebound, Rupiah Dibuka Menguat 8 Poin di Selasa Pagi

Rupiah - mediaindonesia.comRupiah - mediaindonesia.com

Setelah mengalami pelemahan selama delapan hari beruntun, rupiah berpotensi rebound pada Selasa (13/2) ini. Seperti dilaporkan Bloomberg Index, mata uang Garuda mengawali dengan 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.631 per AS. Sebelumnya, spot ditutup melemah 11 poin atau 0,08% di posisi Rp13.639 per AS pada Senin (12/2) kemarin.

“Pelemahan rupiah yang terjadi beberapa hari belakangan ini masih mengikuti sentimen global,” papar Ekonom Bank Central (BCA), David Sumual, seperti dikutip Kontan. “Tetapi, mata uang Garuda masih berpotensi rebound seiring dengan menurunnya kekuatan , karena di pasar global berangsur reda.”

Senada, Analis PT Monex Investindo Futures, Yulia Safaria, juga menuturkan bahwa mata uang domestik punya kans berbalik arah pada perdagangan hari ini, karena sebelumnya sudah melemah tajam. Kans penguatan semakin lebar jika pound sterling mampu mengungguli , apabila consumer index price tahunan Inggris yang bakal dirilis hari ini menunjukkan hasil yang bagus.

Sentimen lain untuk pergerakan mata uang Garuda juga bisa datang dari kenaikan komoditas minyak mentah dunia. minyak mentah AS berhasil membukukan kenaikan pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB, setelah mengalami penurunan mingguan terburuk dalam dua tahun, ditunjang sentimen positif dari OPEC.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret 2018 ditutup naik 9 sen ke level 59,29 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, dengan total volume yang diperdagangkan sekitar 16% di atas rata-rata 100 hari. Di sisi lain, harga minyak Brent untuk pengiriman April 2018 harus berakhir melemah 20 sen ke posisi 62,59 dolar AS per barel di ICE Futures Europe Exchange di London.

Bursa minyak di New York menguat, sekaligus mematahkan rentetan penurunan enam sesi perdagangan, menyusul pernyataan Menteri Energi Uni Emirat Arab, Suhail Al Mazrouei, mengenai kelebihan minyak. Meski demikian, kenaikan harga minyak pada perdagangan kemarin cenderung terbatas karena pemerintah AS mengangkat perkiraan pasokan minyak shale.

Loading...