Agustus Kembali Deflasi, Rupiah Ditutup Melemah

Rupiah - www.detikepri.comRupiah - www.detikepri.com

JAKARTA – Rupiah harus tersungkur ke zona merah pada perdagangan Selasa (1/9) sore, ketika Indeks (IHK) Indonesia sepanjang Agustus 2020 dilaporkan kembali mengalami penurunan alias deflasi. Menurut catatan Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda berakhir melemah 10 poin atau 0,07% ke level Rp14.572,5 per dolar AS.

Siang tadi, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa sepanjang Agustus 2020, Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,05% secara bulanan. Catatan ini lebih rendah daripada bulan sebelumnya yang juga mencatatkan deflasi sebesar 0,10%. Sementara, pada Agustus tahun sebelumnya, IHK mengalami sebesar 0,12%.

“Ada beberapa komoditas yang dominan andil kepada deflasi karena penurunan harga, yang pertama penurunan harga daging ayam ras andil kepada inflasi 0,09%, bawang merah yang memberikan andil deflasi 0,07%, tomat andil 0,02%, telur ayam ras dan beberapa buah seperti jeruk dan pisang masing-masing 0,01%,” papar Kepala BPS, Suhariyanto, dilansir CNN Indonesia. “Terjadi deflasi pada Agustus disebabkan oleh turunnya harga daging ayam ras, bawang merah tomat, dan angkutan udara.”

Sebelumnya, konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia memproyeksi pada bulan Agustus kemarin, Indonesia masih akan mengalami deflasi sebesar 0,01% (month-to-month), didorong masih melemahnya daya beli akibat pandemi. Senada dengan konsensus pasar, Ekonom UI, Telisa Falianty, juga memperkirakan bahwa inflasi Agustus akan kembali terkoreksi, yang tercermin dari survei pemantauan harga Bank Indonesia, yang menunjukkan terjadinya penurunan harga arah deflasi dengan rentang -0.01 hingga -0,02%.

Sementara itu, dari pasar , indeks dolar AS masih berada di posisi terendah multi-tahun terhadap sebagian besar mata uang utama pada hari Selasa, karena kerangka kebijakan baru terus memicu taruhan bahwa suku bunga AS akan tetap rendah lebih lama daripada lain. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,305 poin atau 0,33% ke level 91,839 pada pukul 12.09 WIB.

Dilansir Reuters, peralihan kebijakan The Fed minggu lalu untuk lebih fokus pada inflasi rata-rata dan lapangan kerja yang lebih tinggi berarti memiliki kelonggaran untuk mempertahankan suku bunga acuan lebih rendah dalam waktu yang lebih lama, yang telah mendorong penurunan dolar AS. Pelemahan imbal hasil Treasury jangka panjang semakin mempertegas hambatan kuat yang dihadapi .

Loading...