Kekurangan Sistem Pendingin, Banyak Makanan di Asia yang Terbuang

New Delhi – Di , para peneliti dan berusaha keras untuk meningkatkan produksi . Sama pentingnya dengan apa yang terjadi usai . Terlalu banyak hasil produksi yang terbuang sia-sia.

Pawanexh Kohli, Kepala Eksekutif di Pusat Nasional Pengembangan Pendingin di mengatakan, “Logistik kami tidak mampu menangani lebih dari 60% dari apa yang telah kami produksi.” Kemudian ia menambahkan, “Hal lain yang kami hasilkan adalah 100% limbah.”

India merupakan hampir satu-satunya tempat di Asia di mana makanan dibuang sia-sia. Dari senilai 1,5 kuadriliun kilokalori limbah pangan tahun 2009, 28% dihasilkan dari Asia, sedangkan Asia Selatan dan Tenggara menyumbang sekitar 23%.

Hampir semua orang menganggap bahwa Asia bertanggungjawab atas setengah kerugian pangan di dunia. Penanganan dan penyimpanan berada pada posisi yang lemah dalam rantai pasokan makanan. Di Asia Selatan dan Tenggara 37% limbah makanan dihasilkan dari tahap tersebut, sedangkan 15% hilang selama distribusi dan di pasar.

Mengembangkan manajemen pendingin makanan merupakan hal yang sangat penting. India memerlukan setidaknya sekitar 70.000 pengemasan yang masing-masing dilengkapi dengan 250 ruang precooler dan pengiriman. Selain itu India juga memerlukan 62.000 kendaraan berpendingin, saat ini India dilaporkan memiliki kurang dari 10.000.

Tak hanya di India, di China tiap tahunnya dilaporkan terdapat makanan senilai total USD 32 miliar terbuang sia-sia. Penyebaran pendingin memicu ledakan pertumbuhan dalam penjualan barang-barang pertanian di China.

Loading...