Kekhawatiran The Fed, Memicu Turunnya Rupiah

-Korindo Securities Indonesia (NHKSI) memprediksi kurs atas USD pada perdagangan hari ini, Senin (15/6/2015) berada pada kisaran Rp13.310-Rp13.325.

Reza Priyambada selaku Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI) mengungkapkan laju kurs rupiah berada pada level resisten 13.320. “Dengan adanya sentimen negatif pada pertumbuhan euro, membuat laju rupiah berpotensi melanjutkan pelemahannya,” ungkap Reza dalam penelitiannya.

Amerika Serikat (The Fed) akan mengadakan rapat Federal Open Market Committee yang akan membahas kenaikkan suku bunga. Sentimen terhadap pengetatan kebijakan moneter The Fed telah memicu apresiasi kurs dolar dan menyebabkan depresiasi Asia termasuk juga rupiah.

Federal reserveKurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) , Senin (15/6/2015) memaparkan kurs rupiah turun ke angka 13.333 per pada bursa hari ini. Rupiah masih melanjutkan penurunan nilainya dari level 13.317 per akhir pekan lalu.

Sementara data valas yang dilansir mencatatkan kurs rupiah sempat turun ke level 13.339 per dolar AS pada perdagangan pukul 08.55 WIB. Sebelumnya,sempat menguat pada level 13.330 per dolar AS dalam perdagangan pagi tadi.

Hingga siang ini, kurs rupiah masih belum banyak berubah dan masih berada pada kisaran 13.313-13.350 per dolar AS.

Rangga Cipta Ekonom PT Samuel Sekuritas Indonesia mengungkapkan, walau cuma sedikit investor yang percaya The Fed ingin menaikkan suku bunga minggu ini, namun segalanya masih dapat terjadi.

“Volatilitas tinggi dan kecenderungan melemahnya nilai rupiah dan valas negara berkembang akan muncul sampai ada kepastian mengenai suku bunga AS,” ungkapnya.

Tom Porcelli seorang Analis RBC Capital Markets mengungkapkan dirinya belum yakin jika The Fed akan langsung secara terbuka akan mengumumkan kenaikkan suku bunga pada bulan September. Tapi akan ada tanda yang mengarah pada naiknya suku bunga di jika data ekonomi negara AS masih konstruktif.

Loading...