Kejar Target Investasi 2016, BPP Hipmi : Elit Pemerintah Sebaiknya Bantu Presiden

Jakarta – Kegaduhan para pejabat di panggung pemerintahan akhirnya menuai kritik dari Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP ), terlebih setelah dinilai berpotensi mengganggu stabilitas .

“Dunia usaha membutuhkan ketenangan, kita ingin ekonomi nasional bisa rebound tahun ini. Tapi, para pejabat kita ini gaduh terus,” ujar , Ketua Umum BPP Hipmi.

Menurutnya, tak hanya kebijakan yang dibutuhkan untuk membangkitkan , tapi juga iklim pemerintahan yang tenang.

“Bukan hanya soal kebijakan tapi harus ada wibawa dan ketenangan serta kepemimpinan yang kuat dalam mengelola dinamika perpolitikan nasional. Sebab dengan begitu, dunia usaha yakin bahwa berbagai paket kebijakan yang sudah digelontorkan akan terimplementasi dengan baik sampai ke bawah,” terangnya.

Demi kebaikan bersama, Bahlil mengungkapkan harapannya agar seluruh elemen pemerintahan saling bahu-membahu membantu .

”Sebaiknya -menteri fokus saja membantu Presiden. Jangan sibuk bikin sensasi dan kegaduhan. Kegaduhan ini membuat dunia usaha terganggu dan menyangsikan keseriusan pemerintah,” tuturnya.

Bahlil berpendapat, semua pihak harusnya bisa berkonsentrasi mewujudkan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Seluruh Agenda juga seharusnya selesai secara otomatis setelah . Meski begitu, fakta di lapangan justru sebaliknya. Para elit pemerintahan sibuk membuat sensasi sehingga berimbas pada dunia usaha.

“Menteri-Menteri ribut, dewan gaduh, partai-partai gaduh. Semua gaduh. Dunia usaha wait and see,” sebut Bahlil dengan geram.

Selanjutnya Bahlil kembali mengingatkan agar semua pihak ikut menjaga momentum keyakinan dunia usaha kepada pemerintah dengan adanya 8 paket kebijakan ekonomi yang telah digelontorkan.

“Ini kan ada 8 paket kebijakan. Kita harapkan, dunia usaha meningkatkan belanja modal (Capex/capital expenditure) atau belanja operasional (Opex/Operational expenditure) atau investasi-investasi baru ke depan,” pungkasnya.

Pada tahun lalu, pemerintah memperkirakan realisasi investasi 2015 menembus angka Rp 535 triliun, yang melebihi target sebesar Rp 519 triliun. Di tahun 2016 ini, pemerintah kembali menaikkan target investasi dalam dan luar negeri mencapai Rp Rp 594,8 triliun.

Loading...